CINTA SEJATI ITU SEPERTI HANTU
Februari 5, 2009
Saya hanya membayangkan saat saya masih menginjak usia-usia remaja dan pemuda, meski sekarangpun masih merasa muda.. Saya ingin sekali ada seseorang yang usianya sudah melewati masa-masa itu dan sudah menikah menceritakan ‘perjalanan’ yang sudah dilewatinya dan meninggalkan jejak-jejak yang jelas yang berguna untuk saya jadikan tanda atau semacam petunjuk perjalanan di masa remaja-pemuda saya. Sehingga saya tahu rambu-rambu itu dengan jelas, tahu apa yang harus saya lakukan, jalan mana yang harus dilalui, mana yang tidak boleh dilalui dan ‘perlengkapan’ apa yang harus ‘dibawa’.
Sederhananya, dengan begitu saya bisa memperoleh petunjuk yang sederhana dan gampang darinya tentang bagaimana menjalani dan menikmati masa remaja-pemuda dengan tepat. Dan yang pasti orang itu bukan lah kedua orang tua saya. Karena anak pada saat itu-jaman sekarang juga- kebanyakan akan sangat malu bercerita soal cinta kepada orang tuanya, meski tidak semua keluarga seperti itu – Berbahagialah anak-anak yang bisa bercerita soal kehidupan cintanya kepada orangtuanya, dan saya sangat menyarankan untuk memulai hal ini.
Tetapi kali ini, meski saya sudah menikah, saya pun tidak akan mampu untuk memberikan gambaran itu dengan detail, saya akan memberikan gambar besarnya saja. Mari kita mulai.
Harus saya akui, ketika pertama kali merasakan mencintai dan dicintai pada masa-masa remaja-pemuda adalah suatu perasaan yang indah, menyenangkan, mendebarkan, kadangkala rasa yang menyakitkan sekaligus dirindukan, pokoknya berjuta rasanya-lah, kata sebuah lagu, dan hampir semua orang pernah merasakannya, ironisnya definisi cinta itu sendiripun saat itu saya belum bisa menjelaskan dengan baik. Itu semua karena pikiran kita hampir semuanya diisi oleh perasaan, perasaan, dan perasaan yang kita rasakan saja. Berita baiknya adalah Tuhan memberikan kemampuan untuk berpikir.
Semakin dewasa seseorang akan semakin baiklah kemampuan untuk menempatkan perasaan dan pikiran yang rasional dalam takaran yang tepat.
Dan ini sama sekali tidak berhubungan dengan usia. Artinya bisa saja meskipun seseorang sudah berusia lanjut namun belum dewasa, masih melakukan hal-hal yang seharusnya hanya dilakukan oleh anak-anak. Begitu juga sebaliknya.
Cinta. Apa sih cinta itu? Itu sangat sulit untuk dijelaskan hanya bisa dirasakan, begitu kata sebagian besar orang. Seorang penulis dari Prancis bernama Francois, Duc de La Rochefoucauld pernah mengatakan dengan jeli, “Cinta sejati seperti hantu, yang semua orang bicarakan tetapi hanya sedikit yang pernah melihat.” Lalu kemana kita harus mencari jawaban tentang cinta sejati itu? Budaya popular banyak menyamakan cinta dengan perasaan hangat, daya tarik fisik dan aktifitas seksual. Dan pemahaman ini sudah merasuk kedalam pikiran kita banyak melalui koran, musik, televisi bahkan iklan. Dan frekuensinya sangat sering. Apa akibatnya yang sedang kita lihat sekarang? Banyak berita-berita perceraian dan keluarga yang berantakan yang terjadi di kalangan publik figur kita, baik itu artis, politikus bahkan tokoh-tokoh agama yang seharusnya menjadi panutan masyarakat luas.
Apa artinya semua kejadian ini? Artinya adalah PASTI ada sesuatu yang salah dalam cara pandang kita tentang cinta. Apakah kita tetap ingin terseret dalam arus cinta yang salah ini? Tidak ada seorangpun yang mau. Jika begitu mari kita lanjutkan pemahaman ini.
Setahu saya cara terbaik untuk belajar apapun adalah bertanya kepada ahlinya. Dan itu juga berlaku untuk urusan cinta. Siapa pakar dari cinta? ALLAH. Tidak ada yang lebih mengerti tentang cinta selain Allah sendiri. Ia tidak hanya menciptakan cinta dan menetapkannya sebagai fondasi utama pengalaman manusia, tetapi menurut Alkitab, Allah sendiri adalah kasih (1 Yoh 4: 8, 16). Allah mengatakan hal yang berlawanan dengan konsep dunia pikirkan, Ia mengatakan bahwa cinta BUKANLAH EMOSI, melainkan sikap hati.
Karena keterbatasan bahasa sajalah yang seringkali membuat kita menjadi kebingungan untuk mengartikan cinta. Dalam bahasa Asli alkitab, bahasa Ibrani dan Yunani, ada empat kata yang berbeda yang digunakan untuk kata cinta, yaitu: phileo, storge, eros, dan agape. Dan setiap kata mengidentifikasikan tipe dan kadar cinta yang terpisah dan berbeda. Dalam perjanjian Baru kita hanya akan menemukan kata-kata: phileo dan agape.
Memahami ke empat ‘cinta’ ini akan membantu kita mengerti dengan lebih baik apa sebenarnya yang merupakan cinta sejati itu dan apa yang bukan. Menarik bukan?
Mari kita lanjutkan lagi.
Phileo adalah cinta pada tingkat persahabatan biasa, kasih sayang yang kita miliki untuk seseorang yang kita kenal baik. Phileo sifatnya umum dan sederhana, bukan jenis cinta yang diperlukan untuk pernikahan.
Storge adalah kata (Yunani) yang digunakan untuk merujuk pada cinta dalam hubungan keluarga. Menggambarkan kasih saying yang lembut dari orang tua kepada anak-anak mereka dan sebaliknya.
Eros. Mengacu pada eros sebagai ‘cinta seksual’ sebenarnya itupun kurang akurat, karena sebenarnya seks tidak ada kaitannya dengan cinta sejati. Seks dapat terjadi tanpa cinta. Cinta dapat ada tanpa seks; keduanya tidak saling tergantung. Menurut Tuhan, seks adalah EKSPRESI cinta yang hangat, intim dan indah, TETAPI seks sendiri BUKANLAH CINTA. Disinilah cara pandang dunia yang seringkali keliru itu.
Agape adalah jenis cinta yang keempat dan tertinggi. Sifatnya unik dan sebenarnya tidak ada kata biasa yang dapat menggambarkannya kedalaman makna dari sifat cinta yang tertinggi ini, untuk itulah penulis Perjanjian Baru menciptakan kata Agape untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Agape adalah cinta tanpa syarat.
Berbeda dengan eros, yang merupakan contoh keegoisan, agape bertindak demi kebaikan dan kesejahteraan orang lain. Bukannya melayani dirinya sendiri, Agape adalah cinta penyerahan diri yang siap berkorban demi kebaikan orang lain. Agape tidak memilih siapa yang akan dikasihi, ia hanya memilih untuk mengasihi.
Agape adalah satu-satunya “CINTA SEJATI” di dunia, dan dasar bagi semua yang lain yang kadang-kadang kita sebut cinta. Memahami Agape adalah kunci untuk mengerti rahasia hati manusia. Kasih Allah untuk kita, kasih kita untuk Allah, kasih kita untuk diri sendiri, dan kasih kita untuk pasangan hidup atau calon pasangan hidup kita.
Jika kita sudah menemukan apa itu cinta sejati menurut ‘Pakar’nya. Selanjutnya adalah tanggung jawab kita sendiri untuk melakukan dan bertindak sesuai yang sudah ditetapkannya. Dan yang terpenting adalah jangan sampai kita terjebak lagi dengan cinta-cinta yang palsu yang sedang dan akan selalu terus ditawarkan oleh dunia ini.
Pilihlah cinta sejati, seperti yang sudah diteladankan oleh Tuhan Yesus Kristus kepada kita dengan pengorbanannya di kayu salib untuk menebus dosa kita. Itulah Agape. Itulah cinta sejati. Mau?
Terinspirasi dari buku The Purpose and Power of Love & Marriage, by Myles Munroe
Tulisan ini pertama kali diterbitkan di satumagazine
Merantau & Infotainment
Januari 15, 2009
“Halo, le?”
“Iyo, mbok”
“Kowe wes teko nang Jakarta, le?”
“Uwes, mbok”
“Le, Kowe nak nang Jakarta, nek ketemu Luna Maya, embok titip takon yo, le?”
“Iyo, mbok, takon opo, mbok?”
“Takon no Luna Maya sido ora kawin ambek Aril piter pen iku? Soale kok kabare simpang siur, mbok iki dititipi wong sak kampung pas arisan wingi, di enteni jawaban ne sak cepet te yo, le?”
“e…iyo, mbok, tak usahak no”
Ingin tau semua kisah Merantau the Series? Disini lanjutannya: http://merantautheseries.wordpress.com
Merantau
Januari 14, 2009
“Halo, le?”
“Iyo, mbok”
“Iki simbok, le”
“Iyo, ono opo, mbok?”
“Nek iso simbok kirimono maneh, le”
“Loh? sing kapanane nang endi?”
“Wes entek kabeh, le, akeh sing dibayar”
“Aku orah duwe maneh mbok wulan iki. Iku ae aku wes poso nek mangan awan, mbok”
“Lah piye, le? Usahak no maneh, le, nek ono”
“Iyo, mbok, tak usahakno. Tapi aku gak iso janji, kecuali aku nek ngantor mlaku”
“Jarena kabeh musim krisis yo, le?”
“Iyo, mbok, sing sabar yo”, “Loh, Sampeyan mangan opo bendino ne?”
Tut…tut…tut….tut…tut…
Telpon terputus.
HAppy New Year!
Januari 1, 2009
Happy New year all!
Masa lalu 2008 sudah terlewati 10 menit yang lalu.
God bless you.
VIdeonya Arne lagi
Desember 25, 2008
Pindah gedung baru
Desember 19, 2008
Mulai kemaren kami sekantor boyongan di gedung baru, alamat baru: Jl. Sukarjo Wiryopranoto 2A Jakarta Pusat.
There’s a lot of work to do!
Long Weekend!
Desember 6, 2008
“Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.”
Senin libur!
Have a great day!
Impian masa kecil
Desember 5, 2008

Dahulu, saat jaya-jayanya Mitra Surabaya (Klub Sepakbola Surabaya) hampir setiap kali mereka bertanding di stadion gelora 10 Nopember Surabaya aku pasti menontonnya.
Nah, suatu kali Mitra Surabaya masuk ke babak putaran final, dan harus bertanding ke Senayan Jakarta. Ingin sekali rasanya berangkat ke jakarta saat itu. Tetapi karena jarak yang jauh dan tidak berani berangkat sendiri, maka cita-cita ke Senayan itu pelan-pelan pudar.
Nah… sekarang, aku sudah tinggal di jakarta, dan Stadion senayan hampir setiap hari aku melihatnya, seakan-akan menungguku untuk aku kunjungi…
Mulai hari ini, akan ada Piala AFF Suzuki CUP di Senayan. Bisakah aku mewujudkan salah satu mimpi masa kecil ini?
Doakan yah?:)
Dashbord nya WordPress BARU!
Desember 5, 2008
HOre! Dashboradnya wordpress baru!
Sepertinya mereka terinspirasi oleh Facebook sih…
Lebih bisa interaktif menurutku. Dan yang paling aku suka adalah ada menu QUICK PRESS nya
Aku belum menjelajah terlalu jauh baru semenit melihat, sudah senang, dan ini lagi nyoba quick Press nya!
What do you think?
Pemenang dan Pecundang
Desember 3, 2008
Seorang pemenang mengetahui BETAPA BANYAK yang masih harus dipelajarinya, bahkan setelah ia dianggap ahli oleh yang lain pun; Seorang pecundang INGIN DIANGGAP ahli oleh yang lain sebelum ia cukup belajar untuk mengetahui BETAPA SEDIKIT yang diketahuinya. – Sydney Harris
*Kata-kata ini kubaca saat di atas busway dari Blok M menuju Sawah besar*