Prolog. Too Much Love Will Kill You. #NulisRandom2015

“Akan ada suatu masa di mana semua orang sudah muak dengan kemacetan kota, kebisingan suara kendaraan bermotor dan jeritan klakson-klakson yang tak tahu sopan satun itu. Ketika kemacetan sudah berada di titik nadir, maka pemerintah akan memberlakukan pelarangan,” ia berhenti sejenak. Sambil mengamati beberapa pasang mata yang terlihat mengantuk, yang tertuju padanya di kelas pagi itu. Dengan sekali tarikan napas, kemudian melanjutkan, “Bukan hanya pembatasan tetapi pelarangan,” tegasnya sekali lagi. “”Pelarangan penggunaan transportasi di beberapa area tertentu, terutama di jantung kota. Dan di sanalah orang-orang akan membiasakan diri dengan berjalan kaki, dan banyak orang akan mulai belajar menggunakan sepeda. Para pengusaha akan banyak membuka cafe-cafe di sepanjang jalan itu.” Ia menyelesaikan lanturannya dengan nada menggantung kemudian mengganggukkan kepalanya untuk memberi tanda bahwa penjelasannya sudah selesai.

Seisi penghuni kelas pagi itu hanya tertegun. Termasuk dosen kelas bisnis pagi itu.

“Banyu, karena pagi ini adalah kelas bisnis, dan bukan kelas mengarang bebas, jadi apa kesimpulan dari penjelasanmu tadi?”

“Setelah kelas ini selesai, saya akan langsung memulai bisnis saya yang pertama, bu” katanya mantap, dia tidak ingin terlihat bodoh di hadapan gadis berambut pendek yang yang duduk di depan bangkunya, gadis yang selama ini menjadi tokoh utama cerita dalam imajinasinya.

“Bisnis apa itu?”

“Saya akan membuka bisnis kursus belajar naik sepeda, untuk anak-anak maupun orang dewasa.”

Sontak saja seisi kelas terdengar gaduh. Kebanyakan dari mereka mencemooh ide yang terlihat dangkal itu.

Namun tidak dengan gadis berambut pendek yang yang duduk di depan bangkunya. Senyumnya mencerminkan kekaguman yang terpendam. Bagi Banyu itu adalah sebuah pertanda.

6 thoughts on “Prolog. Too Much Love Will Kill You. #NulisRandom2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s