Mengatur Napas

“Breathing control gives man strength, vitality, inspiration, and magic powers.” – Chuang Tzu

Di dalam ilmu Kung fu, pernapasan adalah bagian paling penting. Kung fu tidak hanya mengajarkan bagaimana menendang dan memukul, namun juga mengajarkan bagaimana dan kapan untuk bernapas. Dengan melakukan pernapasan yang tepat, maka tubuh menjadi tidak kaku, lincah, mempunyai gerakan yang efektif dan tidak mudah lelah.

Bernapas tidak hanya membantu memberikan oksigen ke tubuh kita, tetapi juga membantu untuk membersihkan tubuh dari CO2, racun dan zat-zat yang tidak berguna di dalam tubuh. Diperkirakan bahwa orang dewasa rata-rata akan bernapas antara 17.000-29.000 napas per hari. Kita semua sudah tahu bagaimana cara bernapas, tetapi kita jarang berpikir tentang bagaimana meningkatkan prosesnya. Supaya kita dapat memperoleh keuntungan optimal darinya. Kesimpulannya, dengan melakukan pernapasan yang benar kita dapat memperoleh kekuatan dan daya tahan yang maksimal.

Begitu juga di dalam menjalankan kegiatan lainnya, termasuk di dalam melakukan rutinitas pekerjaan. Kita juga harus pandai mengatur napas supaya dapat melakukannya dengan konsisten dan mendapatkan hasil yang optimal. Kita harus belajar mengetahui kapan harus berlari cepat, memperlambat laju dan bahkan mengetahui kapan saatnya harus ‘berhenti’. Supaya tidak terhenti di tengah jalan ketika belum sampai tujuan akhir.

Tidak berbeda juga dalam hal menulis. Saat sedang mengikuti proyek menulis setiap hari atau sedang menyelesaikan sebuah karya tulis seperti novel yang membutuhkan napas panjang, kita harus benar-benar mempelajari kapan saatnya menarik dan mengeluarkan napas. Pelajaran mengatur napas dalam menulis ini berguna supaya kita tidak kelelahan dan terhenti di tengah-tengah prosesnya. Mampu bertahan hingga kata terakhir telah dituliskan.

Benar kata Murakami, berhentilah menulis pada saat kita masih ingin menulis lebih banyak lagi, kemudian melanjutkan lagi keesokan harinya. Begitulah cara dia mengatur napas dalam menulis sebuah novel.

Lalu, bagaimana denganmu? Apakah kamu sering kelelahan menjalani rutinitas sehari-hari? Bagaimana caramu mengatur napas dalam menjalaninya agar tidak terhenti di tengah jalan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s