Terancamnya Etiket di Dunia Maya?

Beberapa hari yang lalu, sahabatku, Wuri, pernah memberikan komentar begini, “Masalah paling berat dari internet menurutku: Orang-orang udah lupa etiket. Ngasih komen seenaknya pake nama ID ngawur.. kadang malah pake kata2 yang ngga mungkin dibilang di depan orangnya langsung..” Seketika itu aku langsung mengingat-ingat pengalaman berselancar di ranah maya.

Meski setiap hari pekerjaanku harus ‘mengudara’ di dunia maya, aku sudah lama tidak membaca berita di media online. Hanya sesekali saja mengintip Kompas.com untuk sekedar mengintip skor sepakbola, untuk membaca berita lainnya sangat jarang. Kecuali berita tersebut sedang kubutuhkan untuk keperluan pekerjaan. Situs berita seperti detik.com, dan lain-lain, sudah bertahun-tahun tidak pernah kubuka situsnya. Lalu, darimana aku mendapatkan update berita terbaru? Dari Twitter, tentu saja. Apakah cukup dari situ saja? Juga dari ulasan-ulasan blog beberapa sumber terpercaya. Alhamdulillah aku masih merasa cukup tahu tentang berita-berita yang kubutuhkan. Di Twitter-pun, hanya beberapa akun saja yang aku ikuti twit-nya, yang aku percaya mereka mampu menyajikan beberapa topik yang kubutuhkan. Jujur saja aku jarang membaca timeline karena pekerjaanku menuntut untuk fokus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang masuk di kolom mention. Setiap hari bisa dua ratusan mention yang masuk—bahkan lebih jika sedang ramai. Jadi aku harus memberi perhatian khusus untuk itu semua.

Kembali ke masalah etiket di dunia maya. Sebelumnya kita lihat dulu arti katanya. Menurut KBBI* definisi etiket adalah tata cara (adat sopan santun, dsb) dalam masyarakat beradab, dalam memelihara hubungan baik antara sesama manusianya. Salah satu alasan terbesarku ‘menjaga jarak’ dari situs-situs berita online  adalah karena masalah etiket ini, selain mutu berita juga —tentu saja. Suatu hari aku merasa miris membaca komentar-komentar yang saling serang dengan bahasa-bahasa yang tidak santun. Nyaris aku tidak percaya bahwa mereka adalah orang Indonesia yang beradab. Aku tahu bahwa setiap orang memiliki kebebasan berpendapat. Namun, banyak dari kita sering lupa bahwa kebebasan kita sering kali melanggar kebebasan yang dimiliki orang lain. Penggunaan kebebasan yang seenaknya itu juga kerap terlihat jelas ketika di jalan raya. Kebebasan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Cobalah lihat sesekali komentar-komentar yang ada di hampir setiap berita yang ‘panas’, pasti banyak sekali komentar-komentar pedas yang tidak hanya mengiris telinga, namun juga mengusik hati nurani. Keadaban di negara ini mungkin sedang terancam bahaya —aku masih berharap aku terlalu berlebihan memilih kata-kata ini. Meski aku sangat yakin masih banyak orang-orang di negara ini yang memiliki nilai-nilai luhur yang diajarkan di setiap agama yang dianutnya.

Aku masih berharap orang-orang yang lupa etiket itu hanya sebagian kecil saja dari 240 juta jiwa di Indonesia. Karena sebagai seorang kepala keluarga, dan ayah dari dua anak laki-laki yang masih kecil, tentu saja aku mempunyai impian besar dan cita-cita tinggi bahwa negara Indonesia akan menjadi negara yang adil-makmur dalam beberapa tahun mendatang. Bahwa bangsa Indonesia akan menjadi  bangsa yang beradab. Karena aku percaya, bangsa yang besar adalah bangsa yang beradab.

Sekedar catatan: Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata Beradab artinya: 1 mempunyai adab; mempunyai budi bahasa yg baik; berlaku sopan: 2 telah maju tingkat kehidupan lahir batinnya.

 

Mungkinkah kita menjadi bangsa yang besar dan beradab suatu hari nanti?

 

Wallahu A’lam.

 

5 thoughts on “Terancamnya Etiket di Dunia Maya?

  1. menurutku nggak hanya kata2 saja yg kurang etis, contohnya kejadian co-pas tanpa seijin pemilik tulisan, foto atau apapun yg bisa diunggah lewat dunia maya pun semakin banyak, atau menghalalkan segala cara agar populer di dunia maya juga sering aku temukan

  2. memang mas banyak yang kalau komentar saling serang dan saling menjatuhkan, seolah mereka paling benar sendiri.. sama herannya dengan mas Ega kalau saya baca2 berita situs online.. ini namanya bebas yang kebablasan..

  3. Setuju banget dengan tulisan ini!!
    Saya juga sering jengah liat komen2 orang di online news yang seenaknya mengumbar Go***k, B***, An**** …benar2 ga beretika. Alhamdulillah blog saya samapai saat ini masih aman dari komen2 sadis begitu. Tapi ga aman dari apa yang dikatakan mba Ira. Saya sudah 2 kali mengadukan blog yang enak banget copas tulisan saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s