Satu Hal yang Tetap Bertahan Menghadapi Keadaan Terburuk: Hati nurani

George Jones mengawali karirnya sebagai seorang pegawai di sebuah toko tembikar. Ia segera memperoleh reputasi sebagai karyawan yang cemerlang dan ambisius – seorang pemuda yang dikenal karena memiliki kebiasaan kerja yang baik, perilaku santun, dan kepribadian yang santai.

 

Sifat-sifat yang paling dirujuk orang-orang ketika memuji George, bagaimanapun juga, adalah kejujurannya dan bahwa ia dapat dipercayai. Ini merupakan reputasi yang menarik perhatian Henry J. Raymond, seorang jurnalis kondang, dan bersama-sama Raymond dan Jones memulai The New York Times.

Tn. Jones terus mempertahankan reputasinya. Loyalitasnya kepada Raymond, dan kejujurannya sebagai seorang pengusaha memberi nama baik di New York City.

 

<a><img></a>Kemudian The Times memulai suatu kampanye menentang Boss Tweed dan dinastinya yang korup. Jones menerima tawaran suap sebesar $500.000 – jumlah yang besar pada saat itu – dari para sekutu Tweed. Yang  harus ia lakukan hanyalah mengundurkan diri ke Eropa. “Anda dapat hidup seperti pangeran sepanjang hari-hari Anda seterusnya,” kata orang yang mengajukan penawaran tersebut. Namun Jones menjawab, “Ya, dan setiap hari mengenal diri saya sebagai seorang bajingan.”

 

HATI NURANI YANG BERSIH TIDAK DAPAT DIBELI. ITULAH YANG MEMBUATNYA DIHARGAI SANGAT TINGGI! MENJAGA HATI NURANI TETAP BERSIH ADALAH SEMUDAH MEMUTUSKAN UNTUK MEMILIKINYA.

 

Putuskanlah untuk tidak membiarkan penawaran-penawaran menggoda sehingga mempengaruhi kita.

Saat kita melakukannya, Tuhan ada di sana untuk memberi kita kekuatan untuk mengatasi godaan apapun.

 

 

*Taken from God’s Little Devotional Book for leader.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s