Wawan Reality Show (2)

— Hi, ini hari kedua gue syuting video untuk pre-wed. Kemaren si Gugun gak balik-balik setelah janji pergi sholat. Jadinya gue berendem di kamar mandi sampe ketiduran, tenyata dianya malah molor di kamarnya. Hari ini dia janji gak akan bo’ongin gue lagi, mau syuting sampe selesai sesuai jadwal. Iya kan, Gun?

— Iya. Iyah.. Udah cepetan, udah ngerekam dari tadi nih.

— Ok, balik ke konsep video pre-wed gue. Begini, karena gue gak mau biasa-biasa saja. Kali ini gue bikin konsepnya reality show! Ada jalan ceritanya, istilah kerennya, ada story-tellingnya. Bagaimana ceritanya? Pertama: Gue akan diikutin sama kamera, yang dipegang sama Gugun, tentunya. Kemanapun gue pergi, nanti hasil akhirnya tanpa diedit sedikit pun! Nah, tugas gue adalah nganterin undangan-undangan nikah gue ini ke semua mantan gue dan pastinya Gugun akan ngerekam reaksi pertama mereka saat gue ngasih undangan merit ini! Gue pengen tahu betapa menyesalnya reaksi mantan-mantan gue nanti, Ha.ha.ha.ha.ha!

Cut! Cut! Wan! Gue gak ngerti nih. Bingung sama kata-kata lo tadi. Bukannya kamu gak pernah punya pacar sebelumnya ya? Kok lo mau kasih undangan ke semua mantan lo sih? Mantan yang mana?

Hey, Gun. Lo kan tahu sendiri kan. Ini kan rekaman video! Kita bisa bikin skenario apa saja yang lo pengen kan?

Tapi, kata lo ini konsepnya reality show?

Hey, Gunawan Baskoro Sudirman yang budiman. Lo tuh culun ato pura-pura O’on sih? Sejak kapan yang namanya reality show itu bener-bener reality? real? Orang bijak pernah berkata, ‘Jangan pernah percaya apa pun yang ada di televisi!’ Lo ngerti kan artinya? Semua acara di TV tuh gak sepenuhnya riil! Gak nyata! Settingan semuanya! Kecuali pertandingan sepakbola sih, itu pun skornya bisa diatur!

Udah, deh. Gue nurut sang sutradara aja!

Nah, gitu dong, mas bro! Ayo kita mulai lagi.

Ok, ok. Siap ya! Tiga, dua, satu,…. action!

— Dan, undangan pertama ini akan gue kasih ke Erni! Ya, dia adalah cewek pertama yang naksir gue. Ok. Maaf. Jika itu terasa berlebihan akan gue ralat. Erni adalah cewek paling cakep di sekolahan saat gue SMA dan gue naksir berat sama dia. Dan, gue sekarang sudah sudah berada di depan pintu rumahnya. Langkah pertama yang harus gue lakuin adalah memencet tombol bel di rumahnya!

Ting-tong!

— Selamat malam, tante, saya bisa bertemu dengan Erni?

— Oh, tunggu sebentar. Erniiiii, ada pengantar pizza pengen ketemu kamu!

— Ssstt.., hey, Gun! Jangan lupa bagian tadi dihapus nanti ya, Gun! Gun, hey, Gun! Lo, jangan cekikikan dong. Ntar goyang semua tuh gambarnya.

— Gue gak tahan, men. Tukang pizza…, hihiihii..

— Diem lo. Tuh, si Erni datang. Ayo fokus! Ambil angel-nya yang bagus.

— Iya, selamat malam, mas?

Eh, tunggu sebentar ya. Mamaaaa…, dia bukan tukang pizza, dia tuh yang biasanya lewat depan rumah, yang jualan siomay!

— Oh…, Kenapa kok malam-malam cari kamu? Piringnya ketinggalan?

— Erni gak tahu mamah, belum tanya apa-apa.

— Eh, maaf, mas. Ada apa ya?

— Erni? Sudah lupakah engkau kepadaku?

— Tukang siomay, kan?

— Bukan Erni. Aku Wawan teman SMA kamu. Bukan tukang siomay.

— Maaf, mas. Erni lupa.

— Erni, maksud kedatanganku malam ini adalah untuk memberikan sepucuk undangan pernikahanku. Maafkan jika hal ini mengejutkan bagimu. Maafkan aku juga jika  selama ini tidak memberitahukan kepadamu hubunganku dengan pacarku sekarang. Kini, satu minggu lagi, kami akan melangsungkan pernikahan. Aku harap engkau tidak terlalu kecewa mendengarnya.

Bruk! Klek.

— Yah… kok pintunya ditutup sih, Er? Er! Erni!

— Mamaaa….., dia ternyata orang gilaaaa. Bukan tukang siomay!

— Oh, pantesan, Sudah mama duga dari tadi. Karena menurut mama, tukang siomay langganan kita itu lebih ganteng deh. Yang tadi itu kurus, trus item banget sepertinya. Mami sampai gak bisa bedain yang mana rambut, yang mana alis.

***

— Guys, Sorry, reality Show hari kedua gue kurang berhasil dengan baik. Tetapi, setidaknya gue sudah berusaha jujur dan tulus.

Seperti kata pepatah yang mengatakan: Gugur satu tumbuh seribu! Tetap semangat!

Gue akan melanjutkan proyek ini!

Cut!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s