Secukupnya.

Mendapatkan lebih banyak itu selalu menyenangkan. Memberi lebih banyak seharusnya juga menyenangkan, meskipun bagi beberapa orang masih sulit melihat sisi yang menyenangkannya. Bagaimana dengan secukupnya? Kata ini memang ambigu. Karena setiap orang mempunyai besaran yang berbeda-beda untuk menggambarkan kata cukup.

Pagi ini aku memikirkan kata cukup. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, artinya cukup: dapat memenuhi kebutuhan atau memuaskan keinginan dsb; tidak kurang. Jika dijelaskan lagi, arti cukup adalah Tidak kurang (Dan, juga tidak berlebih) namun sudah dapat memenuhi kebutuhan dan kita puas. Menarik, kan?

Kapan terakhir kali kita menginginkan dengan cukup untuk hal-hal yang kita senangi? Cukup punya baju (gak harus baru), cukup punya sepatu (gak harus mahal), cukup bisa makan (gak harus steak), cukup memberi, cukup bersenang-senang, cukup liburan? Untuk hal-hal yang kita menyenangkan kita punya kecenderungan tidak ingin cukup, inginnya berlebih, kalo bisa melimpah kenapa tidak? Begitu umumnya.

Lalu, bagaimana untuk hal-hal yang seharusnya dilakukan? Kapan terakhir kali kita cukup melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan? cukup olahraga? cukup makan makanan yang sehat? cukup belajar? atau sudah cukup tidur? Nah, untuk yang ini berbeda. Untuk hal-hal yang seharusnya kita lakukan, kita punya kecenderungan untuk ingin sedikit, kalo bisa tidak melakukan sama sekali. Misalnya, tidak olahraga, ini nikmat sekali sepertinya. Meskipun kita tahu hal ini akan berakibat fatal, karena tubuh kita didesain supaya berolahraga. Cukup makan makanan sehat? Ini susah banget. Karena makanan yang tidak sehat itu selalu terlihat menggoda untuk dilahap setiap hari. Parahnya juga, makanan ini mudah didapat, selalu tersedia dimana-mana dan… harganya terjangkau.

Satu hal lagi.

Bagaimana dengan pujian dari orang lain kepada kita? Pujian ini unik sifatnya, karena pujian adalah hal yang kita butuhkan dan kita inginkan. Apakah kita cenderung ingin dipuji berlebih atau ingin dipuji dengan cukup? Jawaban atas pertanyaan ini akan menentukan karakter kita. Pikirkan dengan baik.

Ada sebuah pernyataan yang menarik tentang karakter:

Kehebatan, kelebihan dan kemampuan kita SUNGGUH dapat mengantarkan kita ke puncak sukses, namun hanya karakter yang baik yang mampu membuat kita bertahan di puncak.

Think on these thinks.

5 thoughts on “Secukupnya.

  1. Pantas saja diajarkan untuk meminta yg secukupnya ya. “Berilah kami makanan kami yang secukupnya.”.🙂
    Tulisannya sangat menggugah mas.

    Salam kenal.
    Pesta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s