In the Eye of the Storm (Prologue)

Ini bukan kisah heroik. Dan saya juga tidak menyarankan semua orang melakukan persis seperti yang sudah saya lakukan. Namun, saya berpikir ini akan membantu siapa saja untuk memahami apa yang benar-benar berharga dan patut dikejar dalam hidupnya. 
 
Begini awal kisah saya:
Suatu hari ada seorang kenalan bertanya kepada saya, tentang mengapa saya nekat untuk keluar dari pekerjaan sebelumnya kemudian membangun bisnis sendiri yang jelas-jelas belum tentu terlihat hasilnya (Bisa saja bangkrut dan tidak ada hasilnya), apalagi saya mempunyai istri dan anak yang mempunyai kebutuhan untuk hidup yang harus dipenuhi.
 
Saya juga berasal dari keluarga sederhana, sangat sederhana malah, jadi mereka pasti juga tidak akan bisa membantu jika terjadi kegagalan dalam bisnis saya. Tabungan saya juga hanya cukup untuk 2 bulan hidup di Jakarta pada saat itu.
Kemudian saya menjawab pertanyaannya dengan dua hal penting: yang pertama, bahwa tidakanku ini tentang keyakinan, saya sudah memimpikan saat ini lebih dari 5 tahun yang lalu, saya sudah pelajari semua buku-buku yang berhubungan dengan bisnis yang akan ku bangun ini, saya sudah bertanya kepada banyak orang tentang segala hal yang kuperlukan, dan sekarang saya mempunyai kesempatan untuk mewujudkannya, di Jakarta ini.
 
Dan yang kedua, saya mempunyai seorang anak (Pada saat itu), suatu hari nanti jika ia bertanya kepadaku tentang apa impian ayahnya, saya akan bisa menjawab bahwa ayah pernah punya mimpi dan ayah juga sudah mencoba mewujudkannya. Apakah nanti berhasil atau tidak pada saat itu tidak menjadi masalah. Saya hanya bisa berharap tindakanku saat itu dapat menginspirasinya.
Kata kuncinya adalah saya sebagai ayahnya sudah pernah berusaha mewujudkannya impian, daripada karena tidak punya keberanian maka saya tidak pernah mencoba.
Lagi pula, tidak ada seorang pun yang bisa mengetahui masa depan.
Hanya keyakinan dan pengharapan yang dapat menggerakkan langkah kita, selangkah demi selangkah.
 
Dan sekarang saya sedang membangun impian selama dua tahun di Jakarta, dan saya masih mempunyai keyakinan dan pengharapan untuk tahun-tahun mendatang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s