Bersenang-senang dahulu, pesta mules kemudian!

sick stomachSeminggu yang lalu  sejak pagi hari rasanya adalah hari yang penuh berkah melimpah, bagiamana tidak, sarapan pagi dengan menu baru di pinggir jalan dekat kantor istriku, soto ayam! Warungnya rame pengunjung, biasanya menandakan pasti rasanya enak dan memang benar, rasanya enak banget, dan yang paling penting adalah MURAHHH BANGETTT! Semangkok nasi soto ayam plus teh hangat cuman lima ribu rupiah! Hohohohoh… “Gile, aku menemukan harta karun terpendam di masa sulit ini. Tuhan memang mengerti keadaanku” pikirku waktu itu. Pulanglah aku ke rumah dengan perut kenyang dan hati berseri.

Trus pas makan siang, ada seorang teman yang ngajak janjian ketemu plus mentraktir makan. Makan steak di Prime lagi! Huhehuehue… “Berkat apa lagi ini!” Pikirku. Alhasil siang itu perutku kenyang dengan ‘Chicken Montray’ deh..

Pas dinner, eh, ternyata harus makan bareng keluarga dari Jakarta yang datang hari itu, meski hujan sedang mengguyur di Surabaya, kita sekeluarga tetep dengan sukacita menikmati makanan di restoran langganan keluarga istriku. Senyum masih mewarnai wajahku di malam itu, kamipun pulang ke rumah dan malam itu akupun tertidur dengan perut yang penuh dengan berkat melimpah… Terima kasih Tuhan…

Gangguan itu datang keesokan harinya,  aku terbangun pagi-pagi sekali dengan fokus utama di perut, rasanya gunung ini sudah membesar dan siapp meletus dengan dasyatnya. Letusan pertama di pagi hari itu ternyata hanyalah permulaan dari cobaan minggu itu. Letusan-letusan berikutnyapun mulai susul-menyusul seakan-akan tidak ingin ketinggalan pesta, tidak lupa luapan-luapan laharpun ikut menyemarakkan pesta mulesku minggu ini yang membuat malam-malamku menjadi malam paling panjang sedunia.

Kemaren aku sudah tidak sabar lagi ingin mengakhiri pesta ini, badan ini sudah mentok pesta habis-habisan, langsung saja bersama istriku aku ke UGD Darmo minta disuntik dan minta dikasih obat yang manjur. Karena sudah lama tidak pernah disuntik (atau karena takut ya? :p ) maka kemaren adalah pertama kali aku disuntik di tangan, karena terakhir kali disuntik itu masih dipantat yang sekarang katanya sudah nggak ngetrend lagi, hehehe…

Hari ini adalah hari yang keenam pesta mulesku,  aku bertekad mengakhiri pesta ini, mengakhiri penderitaan istriku yang sedang hamil muda tetapi masih dengan sukacita merawatku (bukankah aku yang seharusnya merawat dia kan?), mengakhiri malam-malam panjang yang penuh perjuangan itu. Letupan-letupan dan musik keroncong diperutku sudah mulai reda dan lemah suaranya, mungkin suntikan dokter kemaren turut berjasa besar meredakannya.

Tuhan terimakasih untuk pesta besar seminggu penuh ini, yang berhasil mengajari aku tentang nikmatnya menjadi orang sehat, nikmatnya bisa makan yang cukup setiap harinya, nikmatnya tidur malam yang nyenyak, nikmatnya membaca buku,  nikmatnya mempunyai sahabat-sahabat dan yang terpenting, nikmatnya mempunyai istri yang cantik dan yang begitu perhatian seperti istriku ini.

Alangkah nikmatnya hidup ini…

Ayo berjuang lagi! Stay hungry. Stay Foolish!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s