Urip kuwi mung Mampir Ngombe

nenek-nenekPerhatikan foto ini, sebuah surat kabar Surabaya, Jawa Pos, Senin 3 Desember 2007, sedang memberitakan tentang warga Surabaya yang umurnya mendekati 100 tahun, yang katanya sudah sangat langka.

Tetapi bukan hanya itu yang menarik perhatianku, tetapi judul headline yang diambil dari salah satu nenek-nenek yang di wawancarai dan berumur 97 tahun, ” Bingung Hidup untuk Apa?” katanya. Lho?

Bukankah ini sesuatu yang ironis? Ketika Tuhan memberikan anugerah umur panjang, malah bertanya “Hidup ini untuk apa?” Eh, Jangan salahkan nenek itu saja, jangan-jangan kita juga tidak pernah punya waktu untuk berpikir dan menjawab pertanyaan itu. Kita setiap hari hanya sibuk melakukan aktifitas rutin yang sudah terjadwal dengan rapi di agenda kita. Lagian dari kita belajar di TK sampai lulus kuliah nggak pernah ada pertanyaan “hidup itu untuk apa?”, bagaimana kita bisa menjawab?

Beberapa waktu lalu, seseorang pernah bilang, ” Jangan sering memikirkan hal-hal yang berat, seperti Hidup itu untuk apa?, itu belum bagianmu, kamu masih muda.” Aku tidak sependapat dengan pernyataannya, menurutku malah selagi kita masih muda ini, kita perlu untuk memikirkan pertanyaan yang sederhana itu. Jangan sampai ketika waktu kita tinggal sehari, baru kita bilang, ” Sebenarnya kita ngapain ya di dunia ini?”

Orang jawa bilang, “Urip kuwi mung mampir ngombe” (Hidup itu hanya mampir untuk minum). Hanya sebentar, karena itu seharusnya kita bisa memaknainya dengan sesuatu yang berarti.

Piye?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s