Tentang Kejujuran

honestDi detik.com tanggal 23/07/2007 ditulis kalo orang Belanda kurang jujur, adalah majalah Reader Digest yang melakukan survey ini dengan meletakkan dengan sengaja 960 ponsel di kota-kota besar di 32 negara, masing-masing 30 ponsel.

Nah saat di Amsterdam, dari 30 ponsel yang (sengaja) diletakkan, tercatat hanya 14 saja yang dikembalikan, sedangkan yang 16 lainnya langsung lenyap dikantongi penemunya. Angka ini langsung menempatkan Belanda di peringkat ke 29 dalam jajak kejujuran.

Sayangnya Indonesia tidak termasuk dalam salah satu negara yang ikut di survey, pengen tau hasilnya seperti apa, hehehe, wong tas saya yang berisi dua hape dan seluruh surat-surat penting yang ada di tempat yang (menurutku) aman saja bisa RAIB TAK BERBEKAS kok! Apalagi dengan sengaja diletakkan di tempat umum. Bisa-bisa sebelum survey dimulai ponselnya sudah lenyap duluan, heheheh…. Oh Indonesiaku… Yang kubenci, yang kucinta….

Dari jajak ini juga disebutkan bahwa perempuan LEBIH JUJUR daripada laki-laki. Dari 21 ponsel yang ditemukan kaum laki-laki hanya 9 buah saja yang dikembalikan. Sementara untuk kaum hawa, dari 9 orang yang menemukan ponsel, 7 orang yang mengembalikan!

Nah kalo yang diatas ini saya mencoba memahami bahwa para pria lebih suka berbohong, tetapi bukannya aku setuju bahwa SEMUA pria lebih tidak jujur daripada perempuan.

Kalo menurut salah seorang rekan pria kami di office, dia bilang kalo pria itu berbohong karena ‘dipepet’ or dihimpit keadaan, terutama saat bersama pasangannya karena, masih menurut teman saya itu,”Biasanya jika kita berbohong sedikit saja, masalah dengan pasangan lebih gampang terselesaikan daripada bener-bener jujur dengan polos!”

Mmmm…… Apakah itu berarti perempuan LEBIH SUKA DIBOHONGI? Sesuai dengan opini beberapa pria yang pernah kudengar.

Mmmm… I don’t think so.

Any comment?

Think On This Things.

2 thoughts on “Tentang Kejujuran

  1. ketidakjujuran seorang pria mungkin menandakan gengsi pria tersebut ; ada hal2 yg menurutnya pribadi yang tidak perlu diutarakan ke orang lain, namun bg orang tertentu hal yang disembunyikan tersebut dapat mjd sesuatu yg penting dan patut dipertanyakan misal : seseorang yang ingin mengetahui latar belakang pasangannya, orang tua yg ingin mengetahui apa saja yg telah dilakukan oleh anaknya yg sedang kuliah di luar kota, … mana ada perempuan yg suka dibohongi ? coba jika kita pria sendiri yang dibohongi ? hmmm.. sakit hati juga kan.

    mengenai kejujuran, hal yang turut juga menjadi perhatian yaitu bagaimana “cara” kita mengutarakannya .. tidak sekedar jujur ceplas-ceplos, saya pernah mendengar kesaksian seorang suami yg menceritakan dengan jujur setelah pulang camp pria sejati, istrinya lalu syok dengan pengakuan sang suami dan ia minggat (sang istri) dari rumah kurang lebih satu bulan .. puji Tuhan akhirnya sang istri dapat kembali menerima keadaan si suami dan tinggal bersama kembali. (berabe kan jika sang istri kembali dengan kondisi psikologis yang terganggu ^-^)

    perlu juga dipertimbangkan right time, right place, & right confession too.

    ya..kadang lebih aman jika seorang pria berbohong ‘sedikit’ dari pada jujur ; tapi kan lebih enak mengutarakan kejujuran dengan cara yang tepat daripada bohong ( sesuatu yg kita tutup-tutupi ) ntar ketahuan belangnya, berabe lo…

    hal yang saya rasa perlu diperhatiakan u/ mengungkapkan kejujuran yaitu :
    1. motif
    apa yang tidak kelihatan/tidak kita utarakan, rasanya lebih jujur daripada apa yang utarakan / lihatkan pada orang lain, coba deh cek. apa yg di dalam hati kita itulah yg terpancar, kalau kita sudah tidak sinkron apa yg dihati dengan apa yg diutarakan/ dilihatkan, berarti sudah ada indikasi kita tidak jujur loh … meskipun orang lain tidak tahu & menganggapnya benar ; yakin deh suatu saat apa yang kita utarakan tersebut merupakan tanggung jawab diri sendiri.

    2. Hikmat dalam mengungkapkan
    perlu minta hikmat pada Tuhan, perkataan yang lembut dan kerendahan hati

    3. Doa
    pergumulan tiap-tiap orang bisa berbeda-beda ; doa jangan dilupakan, hal ini dapat menjadi parameter seseorang apakah ia bersungguh2 untuk jujur demi sesuatu yang membangun satu sama lain atau ia cuma membangun bagian luarnya saja sedangkan bagian dalamnya rapuh/kropos.

    da deh.. comment nya panjang banget HEHE.. just comment, mungkin ada koreksi atau pengalaman lain thx GBU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s