Terus berlari, dan jangan cepat menyerah…

run

Setiap orang pasti pernah merasa ‘kelelahan’ dalam perjalanan kehidupannya, itu cukup manusiawi menurutku. Seperti halnya yang sedang kualami, namun jujur saja- dan herannya – setiap renungan yang ku baca kok selalu ‘pas’ (lagi), dan ini yang menguatkan imanku dan semakin membuatku percaya bahwa DIA (sedang) TIDAK AKAN MEMBUATKU MENYERAH.

Contohnya hari ini, ini yang ku baca, aku ingin membagikannya buat teman-teman lainnya, ada 2 hal: yang pertama, cerita di bawah tentang Chris Couch dan kedua adalah foto di atas, Dick dan Rick Hoyt, seorang ayah dan anaknya yang cacat, tidak bisa bicara maupun berjalan yang mengikuti lomba triathlon. Keduanya mengajarkanku untuk tidak cepat menyerahr:

1st:

Chris Couch baru berusia 16 tahun ketika ia pertama kali memenuhi syarat untuk bermain golf di tingkat tertinggi Tur PGA (Professional Golfers’ Association). Dengan cepat ia diramalkan akan menjadi pemain cemerlang di masa depan dan dipastikan akan meraih sukses pada tahun-tahun mendatang.

Meskipun demikian, hidupnya lebih merupakan aktivitas yang menjemukan. Chris tidak meraih kesuksesan dalam waktu singkat. Ia harus bekerja keras selama 16 tahun dan mengikuti 3 pertandingan “mini-tours”. Ia pernah tergoda untuk tidak meneruskan kariernya, tetapi Chris terus bertekun. Akhirnya, pada usia 32 tahun, untuk pertama kalinya Chris menjadi pemenang dalam pertandingan New Orleans Open. Ketekunannya membawa hasil, tetapi itu tidak diperolehnya dengan mudah.

Dalam bukunya A Long Obedience in the Same Direction (Ketaatan yang Panjang di Arah yang Sama), pengajar Alkitab, Eugene Peterson, mengingatkan kita bahwa hidup orang kristiani lebih mirip dengan pertandingan maraton daripada pertandingan lari 100 meter. Peterson berkata bahwa kita dipanggil untuk “terus berlari, karena hal inilah yang membuat hidup kita pantas untuk dijalani”.

Dengan anugerah dan kekuatan Kristus, kita pun dapat “berlomba dengan tekun” dalam perlombaan hidup ini (Ibrani 12:1). Dan, dengan berbekal teladan dari Tuhan kita yang menolong serta membesarkan hati kita, maka seperti nasihat Rasul Paulus, kita pun dapat berlari untuk memperoleh hadiah “mahkota yang abadi” (1 Korintus 9:25).

Jangan menyerah terlalu cepat —WEC ( dari glorianet.org)

BERLARILAH DALAM PERLOMBAAN
DENGAN mata yang memandang pada KEKEKALAN

2nd:

Photo: Dick dan Rick Hoyt are a father-and-son team from Massachusetts who together compete just about continuously in marathon races. And if they’re not in a marathon they are in a triathlon — that daunting, almost superhuman, combination of 26.2 miles of running, 112 miles of bicycling, and 2.4 miles of swimming. Together they have climbed mountains, and once trekked 3,735 miles across America –

It’s a remarkable record of exertion — all the more so when you consider that Rick can’t walk or talk. See at http://www.teamhoyt.com) .

 

Ayo sahabat, teruslah berlari, dan jangan cepat menyerah!

Aku tahu ini tidak mudah, tetapi setidaknya kita akan berlari bersamaNYA.

Tetap semangat, (meski tidak mudah)!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s