bisa multitasking? Think again.

Multitaskingqueen
Ada headline menarik di harian kompas Rabu, 4 April 2007, tentang kemampuan seseorang yang bisa multitasking. Judulnya
"Multitasking" dan Konsekuensinya".

"Anak yang
mengirim SMS ketika membuat pekerjaan rumah, main game online, dan
nonton TV, saya ramal, tidak akan berprestasi dalam jangka panjang."

Jordan Grafman Bagian Ilmu Saraf Kognitif, National Institute of Neurological Disorders and Stroke, AS

ega: Pernyataan yang provokatif, huh?

Meluasnya
pemandangan orang yang mengerjakan berbagai aktivitas dalam satu waktu
yang sama semula dianggap sebagai fenomena multitasking abad ke-21.
Namun, seperti ditulis dalam situs PR/Media Connection/Restivo
Communications,
banyak orang yang menyalahartikan multitasking,
memercayai bahwa itu adalah melakukan banyak hal dengan sama baiknya
pada waktu yang bersamaan. Yang diambil sebagai analogi adalah komputer.
Padahal?
……
 
Sebagai akibat dari multitasking:
1. Dengan hinggapnya CPA, kemampuan untuk memberi perhatian secara penuh
terhadap satu input sensori tak bisa penuh. Yang terjadi kemudian bukan
multitasking, melainkan kekacaubalauan.

2. Riset puluhan
tahun—ditambah dengan akal sehat—mengindikasikan bahwa kualitas output
dan kedalaman berpikir seseorang akan menurun
ketika ia melakukan
tugas-tugas yang makin banyak.

3. Akan tumbuh sebagai orang-orang yang tidak acuh dengan dunia di sekeliling mereka.

Solusinya?

Kini, serangkaian
riset, baik yang sudah terbit maupun yang belum, memperlihatkan kembali
limit multitasking. Penemuan terbaru, menurut ahli saraf
(neuroscientist), psikolog, dan profesor manajemen
menyarankan agar
orang mengendalikan kebiasaan multitasking ketika bekerja di kantor,
belajar, atau mengemudi mobil.

Sekadar
melarang orang melakukan multitasking jelas bukan hal mudah. Tetapi,
tetap perlu disadari bahwa otak manusia punya keterbatasan melakukan
hal itu.

Atas
dasar itu, kini juga dipikirkan untuk menemukan cara agar pekerja dapat
mengelola kelebihan beban dalam komunikasi digital secara efisien.

Eric
Horvits, ilmuwan peneliti di Microsoft, mengibaratkan, kita sekarang
hidup di zaman Wild West komunikasi digital. Tetapi, tetap ada harapan
bagi masa depan. Hanya saja, bila risiko multitasking yang ada saat ini
tak disadari, konsekuensinya akan bermunculan tak lama lagi.

itu sebagian isi artikelnya.

selengkapnya bisa klik di: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0704/04/utama/3428818.htm

Bagi saya penelitian ini sangat menarik, meski mungkin bukan suatu kebenaran mutlak, tetapi perlu direnungkan dengan baik.

Bagi yang gak multitasking, jangan minder lagi yah:)

Bagi yang sudah ahli multitasking? Think again.

Thanks untuk My brother Kian Lee for infonya.

 

Iklan

5 thoughts on “bisa multitasking? Think again.

  1. memang…
    ga ada ceritanya…
    “sambil menyelam minum air”
    udah perut kembung…
    hipotermia…
    dan pada akhirnya…..
    ………………….
    tenggelam…

    good blog, keep moving forward

  2. memang…
    ga ada ceritanya…
    “sambil menyelam minum air”
    udah perut kembung…
    hipotermia…
    dan pada akhirnya…..
    ………………….
    tenggelam…

    good blog, keep moving forward

  3. Aku juga baca artikel ini di Kompas, dan cukup shock. Aku nyetir sambil smsan. Baca email sambil telpon. Denger curhat temen kantor sambil nyusun jadwalnya bos dan smsan. Dll dll. Kupikir jaman sekarang memang jamannya multitasking. Ternyata aku MUNGKIN salah. Kenapa aku bilang mungkin, karena di GRII Pak Soetjipto Soebeno pernah cerita tentang perbedaan natur pria dan wanita.

    Pria bekerja satu hal demi satu hal. Makanya pria bekerja dengan agenda dan jadwal.

    Wanita bekerja banyak hal dalam waktu yang sama. Contoh klasik (juga sama dengan contoh di kompas): masak sambil nyapu sambil jaga anak sambil yang lain-lain. Itu sebabnya wanita sebenarnya tidak cocok bekerja dgn agenda dan jadwal seperti pria.

    Well, what do you think?

  4. kupikir sebaiknya di manage dengan baik saja jika harus multitasking. Bagaimanapun juga menurutku: tetep fokus di salah satu yang kita kerjakan tetaplah memberikan hasil lebih daripada tidak fokus pada segala hal:)

    so?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s