Ingin transformasi instant? Datang ke salon!

I feel better now!

Cb009805 Aku menikmati saat pergi ke salon di sebuah mall di Jakarta kemarin, sabtu, 4 feb’06. Bahkan ketika menunggu giliran menunggu pun, sudah membuatku terinspirasi untuk menuliskannya. Ya, salah satu kebiasaanku adalah mengamati ekspresi setiap orang yang aku jumpai ketika berada dalam suatu situasi di suatu tempat.

Ajaib! Itu teriakan dalam hatiku, betapa tidak setiap orang yang sudah di ’permak’ di salon tersebut mereka mempunyai ekspresi yang mengagumkan, mereka merasa lebih cantik, lebih percaya diri, lebih fresh, tatapan penuh percaya diri, dan seketika sebuah cermin besar adalah hal yang paling dicari & diminati, pokoknya berbeda deh!. Hal itu tercermin mulai dari cara mereka tersenyum ketika membayar, cara berjalan menuju pintu keluar salon, cara melihat wajahnya di cermin, mengagumkan, sepertinya semua tindakan mereka seakan-akan berkata, ”I feel better now!”.

Langsung saja aku teringat beberapa waktu lalu ketika memperhatikan ekspresi setiap orang yang keluar dari gedung gereja setiap hari Minggu. Pada umumnya, ekspresi mereka tidak menunjukkan suatu perubahan yang mencolok seperti perubahan yang aku lihat di salon kemarin sore, terlihat kurang antusias, terlalu dingin, pandangan kosong tanpa harapan bahkan senyum yang terlihat seringkali terkesan dipaksakan kalau tidak boleh dibilang basa-basi.

Yah, hal-hal inilah yang sering kali terjadi di masa-masa yang katanya sering disebut masa akhir jaman. Suatu keadaan yang ironis. Ketika sebuah tempat (hair salon) yang dapat membuat perubahan yang sekunder dapat menyentuh ’hati’ dan mengubah ’paradigma’ pelanggannya meski seringkali hanya sementara. Tetapi sebuah tempat (gereja) yang seharusnya memang diciptakan keberadaannya untuk sebuah transformasi hakiki cukup berat untuk membuat para ’pelanggan’nya menunjukkan sikap atau ekspresi yang menunjukkan bahwa buah-buah transformasi (pertobatan) telah nyata terjadi dalam hidup mereka.

Cukup sedih melihat kenyataan ini, apalagi seandainya jika kita mengetahui berapa biaya yang sering dikeluarkan para pelanggan salon ini setiap bulannya dibandingkan persembahan yang diberikan kepada gerejanya.

Apakah manusia sudah bosan dengan Firman Tuhan? Apakah Firman Tuhan sudah tidak powerful lagi untuk mengubah hidup seseorang? I don’t think so…

“Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.” Yohanes  12:48

Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: "Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka." Yudas  1:18

Manusia…oh, manusia….

Apa yang kau cari di planet ini?…

6 februari 2006, 0:35am

(“The Distance”-OST Serendipity)

Thank God, sekarang aku sudah mempunyai sebuah kamus lengkap bahasa

Indonesia

, baru beli di kinokunia, Plaza Senayan-Jakarta.

ARTI KATA

(Menurut Kamus Lengkap Bahasa Indoneisa):

Hakiki: (Kata sifat) Sebenarnya, sesungguh-sungguhnya; benar.

Ironi: (Kata benda) Situasi yang bertentangan dengan yang diharapkan

Ironis: (Kata sifat) Bersifat ironi

Antusias: (Kata sifat) Bersemangat, bergairah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s