Ingin menulis menjadi kebiasaan.

Punya Jala baru: Senjata baru!

4216073179_2 Aku harus membiasakan diriku menulis.

Itu salah satu tekadku di awal tahun 2006 lalu.

Sungguh, jika menulis yang menjadi suatu kebiasaan adalah suatu hal yang hampir tidak pernah kulakukan sebelumnya. Dahulu saat masih SD aku selalu membayangkan bisa menulis seperti Hilman (pencipta karakter Lupus) Aku punya mimpi bahwa aku bisa menyamai dia, tetapi lama-kelamaan hanya tinggal mimpi. Karena aku tidak pernah memulai berlatih melakukannya secara teratur. Ketika menginjak pertengahan Sekolah Dasar, aku pernah menulis sebuah cerita pendek (Aha! aku masih mengingatnya!) saat itu aku menulis tentang semut-semut hitam yang rajin bekerja, dan beberapa puisi tentang ’cinta-cintaan’. Tetapi impian itu tidak pernah ada tindak lanjutnya, terlupakan.

Sekarang, aku harus membiasakan diriku menulis. Jika masih belum berguna bagi orang lain, setidaknya hal ini adalah sebuah ’teraphy’ atau sebuah ’meditasi’ dan berguna untuk pengembangan diriku sendiri. Dan itulah yang kurasakan sampai sekarang. Memang ketika membaca lagi tulisan-tulisanku yang lalu, masih terjadi banyak hal yang kurang memuaskan, terdapat banyak kesalahan-kesalahan penuturan, gaya bahasa atau yang lain-lainnya, apalah itu namanya, tetapi aku akan tetap berusaha memaksa, ya memaksa diriku untuk terus menulis. Karena aku tahu , aku harus melakukannya.

Kini aku mempunyai sebuah misi khusus dalam menulis dan aku tahu kemana harus pergi, karena sekarang aku benar-benar ingin menghayati akan ’pekerjaanku yang diperbaharui’ini, sebagai penjala manusia. Biarlah kebiasaan baruku ini menjadi salah satu ’jala’ku meski mungkin bukan jala yang cukup baik tetapi aku akan tetap ’menebarkannya’ dan akan kupelajari tehnik-tehniknya agar suatu hari nanti jadi ahlinya, seperti kata Paulus di I Korintus  9:26,

”Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul."

Ya, aku harus terus berlatih, agar tidak sembarangan melakukannya. Kiranya Tuhan Yesus berkenan. Doakan, sahabat-sahabatku. Dan aku berharap kamu juga melakukannya, hingga suatu saat nanti kita dapat melihat buahnya…

Minggu. 5 Februari 2006. 0:58 am

Note: Pengen beli kamus besar Bahasa Indonesia nih…

Jakarta

Iklan

2 thoughts on “Ingin menulis menjadi kebiasaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s