Awas: Televisi bisa menjadi pencuri

Menyerahlah padanya, maka akan semakin kuat dorongan itu!

S173664_1 Di KKR yang ikuti hari Senin lalu, ada sebuah kesaksian yang menggelitik saya, sampai-sampai waktu saya bertemu dengan seorang rekan hal itu menjadi bahan pembicaraan yang menarik.

Ketika itu ada seorang pria yang sudah bersuami memberikan kesaksian tentang pertobatannya – bukan karena wanita lain atau pornografi seperti yang dialami oleh pria kebanyakan- "Kalau menjadi suami yang setia dan tidak berselingkuh itu sudah saya lakukan", kata pria yang sudah bersuami dan mempunyai anak tersebut. "Tetapi ada satu hal yang membuat saya sadar bahwa saya belum menjalankan tanggung jawab sebagai suami dengan maksimal. Saya SANGAT KECANDUAN TELEVISI", katanya mantap. Kontan saja seluruh jemaat yang hadir tersenyum.

Pria itu menjelaskan betapa cintanya dia terhadap televisi itu, terutama saat menantikan film/acara favoritnya – Bahkan dia pernah menonton 3 kali film dengan judul yang sama di televisi meski diputar di stasiun televisi yang berbeda!- Seringkali, ketika anak atau isterinya memintanya untuk berdoa bersama pada malam hari dia enggan melakukannya karena tidak mau meninggalkan film di televisi karena belum berakhir. Setelah bertobat, baru dia menyadari bahwa hal-hal yang menurutnya kecil itu ternyata menyakiti hati isteri dan anaknya dengan jalan merampas perhatiannya lebih besar daripada perhatiannya terhadap keluarganya, dan membuat fungsi sebagai ayah/suami tidak maksimal.

Televisi! Yang telah menjadi gaya hidup kita sehari-hari, yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam hidup kebanyakan orang modern ternyata sudah berubah menjadi PENCURI! Telah menjadi alasan utama yang berhasil merampas kebahagiaan dalam pernikahan/keluarga. ”Masalah nomor satu di dalam pernikahan saat ini bukanlah nafsu,melainkan televisi,” tulis seorang wanita dalam sebuah surat yang ada dalam bukunya Edwin Louis Cole. ”Suami saya lengket dengan televisi. Ia tidak pernah membaca alkitabnya atau berdoa, tetapi MENONTON TELEVISI. Saya ingin agar telivisinya meledak!” Dia lanjutkan lagi setelah koma, ”sekaligus bersama dengan dirinya!”

”Jika kita menyerahkan diri kita pada sesuatu, maka semakin kuatlah dia, tetapi jika kita melawannya, maka semakin lemahlah dia.”

– Edwin Louis Cole –

Meyerahlah pada nafsu menonton televisi –Makanan, seks, harta benda, kekayaan, wanita-wanita lain- maka keinginan itu tumbuh semakin kuat. Serahkanlah diri Anda pada Firman Allah, maka kebutuhan keluarga Anda serta KARAKTER anda akan bertumbuh, demikian juga hubungan-hubungan Anda.

Aku sendiri, dulu adalah ’pecinta televisi’ mulai dari Sekolah Dasar sampai kuliah. Setiap acara favorit: berita, film, atau acara olahraga favorit, sepakbola, tidak pernah ketinggalan. Dan jujur saat-saat menantikan tim kebanggaan memenangkan pertandingan adalah masa-masa bahagiaku, begitu pula sebaliknya jika tim favoritku kalah, itu adalah saat-saat yang ‘paling menyedihkan’ dalam mingu-minggu itu.

“Apapun, atau siapapun yang telah kau tempatkan menjadi prioritas utama dalam hidupmu pasti akan menjadikan mu hambanya”,itu pernyataan Ko timmy (pendeta gereja kami) saat mengakhiri kotbah beberapa minggu lalu.

Kalau aku sekarang mau menempatkan Tuhan Yesus sebagai prioritas utama dalam hidupku, bukan televisi atau yang lainnya, seketika itulah aku telah menjadi hambaNYA.

Bagaimana denganmu?

Thanks to Dita-Bibi , Edwin Louis Cole for all your inspiration, Om Timmy for great ‘conversation’. last: thanks to my 21′ television yang sudah tidak bisa dipakai lagi, thanks sudah menghiasi rumahku selama ini:)

One thought on “Awas: Televisi bisa menjadi pencuri

  1. Tyo menambahkan sedikit cerita:

    Tulisan Ega nih bagus dan bermanfaat banget.

    Saya yakin semua orang pasti pernah terikat. Kita terpaku pada hal2 berbeda-dan itu sesungguhnya adalah ‘berhala’ kita.

    Entah itu TV, pacar, hobi, game, internet, shopping, bahkan orang tua atau sahabat pun dapat menjadi ‘berhala’

    Segala hal yang menempati posisi utama dalam hati kita selain YESUS adalah berhala.

    Waspadalah terhadap godaan ‘berhala-berhala’ modern.

    Saran saya sebagai orang yang senasib sepenanggungan dengan Anda-Anda yang telah pernah terikat.

    Terima saran dan atau teguran dari orang lain mengenai keterikatan Anda. Indikasi keterikatan adalah Anda seakan merasa tidak bisa hidup tanpa melakukan hal yang mengikat Anda.

    Misalnya nonton TV atau baca koran. Jika sekali saja tidak nonton TV/baca ko;ran dalam sehari dan Anda mengalami perasaan seperti tidak makan/minum dalam sehari. Dan jiwa menuntut itu dipuaskan. Maka Anda telah terikat.

    Bawa keterikatan itu dalam Doa saat Anda telah sadar.
    Orang yang terikat mesti sadar dahulu, baru datang pada Pembebas Abadi.

    Mintakan bantuan Doa dari teman2 dekat, keluarga, dan orang2 yang mengasihimu.

    Kemudian bertobatlah.
    Akui itu sebagai dosa!
    Dan buat tekad untuk tidak melakukannya lagi. Minta ROH KUDUS menolong melakukan tekad itu.

    Dengan bantuan ROH KUDUS, niat Anda menjadi lebih kokoh dari titanium-logam terkuat, sekalipun.

    Dan selalu disiplin untuk menghindari keterikatan Anda dengan menerapkan banyak cara.

    Misalnya, ‘puasa’ nonton TV selama seminggu, lalu tingkatkan intensitasnya menjadi sebulan, dan seterusnya.

    Jika merasa sudah lepas, jangan lengah.

    Iblis selalu mencari kesempatan untuk menjerat Anda kembali.

    Tetaplah bersandar padaNYA.

    Semoga bermanfaat.

    Salam kebebasan sejati dalam KRISTUS…

    (tyo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s