Lady, lady, lady
Duh Sore-sore, tiba-tiba iTunes ku muter lagu ini:
Aku inget lagu ini soundtrack film berjudul Flashdace. Filmnya bagus banget, meski jadul. Nge top sekitar tahun 80-an (1983, katanya www.imdb.com). Very Romantic Movie.
Jadi ingat rumah, dulu papa sering banget muter lagu ini.
Coba liat klipnya di YouTube ini:
Ini liriknya:
LADY. LADY. LADY.
by Joe Esposito
Frightened by a dream, you’re not the only one
Running like the wind, thoughts can come undone
Dancing behind masks, just sort of pantomime
But images reveal whatever lonely hearts can hide
Lady, lady, lady, lady, don’t walk this lonely avenue
Lady, lady, lady, lady, let me touch that part of you, you want me to
Lady, lady, lady, lady, I know it’s in your heart to stay
Lady, lady, lady, lady, when will I ever hear you say, I love you
Time like silent stares, with no apology
Move towards the stars, and be my only one
Reach into the light, and feel love’s gravity
That pulls you to my side, where you should always be
Lady, lady, lady, lady, don’t walk this lonely avenue
Lady, lady, lady, lady, let me touch that part of you, you want me to
[Solo]
Lady, lady, lady, lady, I know it’s in your heart to stay
Lady, lady, lady, lady… [to fade]
SuperBOY!
Kemaran malam, Kamis, tanggal 27 Maret 2007, akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Dokter Nurwansyah di Rumah Sakit Bersalin Asih di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dengan pertimbangan di sana adalah jaraknya dekat dengan tempat kami tinggal. Dokternya di rekomendasikan seorang teman, yang kebetulan tinggal di Jakarta Selatan juga, kebetulan juga istrinya hamil dan umur kehamilannya sama dengan istriku, Neni. Kebetulan yang bukan kebetulan, hehehe
Setelah masuk di ruang konsultasi dokter, kami di sambut dengan sangat ramah oleh Dokter Nurwansyah, umurnya sekitar 50 tahun-an, setelah ‘diinterogasi’ sebentar, kamipun merasa nyaman. Untunglah, karena kata orang mencari dokter itu cocok-cokan, jadi gak mudah memilih yang tepat. Kalo bagi kami yang penting kami merasa nyaman saja sudah cukup.
Di periksa ultra sonografi (USG!). Rasanya menegangkan, karena di umur kandungan yang sudah 5 bulan ini kami bisa memperkirakan jenis kelamin anak kami, kami tidak pernah menanyakannya sebelumnya saat periksa di Surabaya.
“Semuanya sehat dan normal”, kata Pak dokter.
“Amin”, dalam hatiku.
Dan ketika ada satu alat yang dapat mendengarkan denyut jantungnya bayi diletakkan di perut istriku, kami mendengar degup jantung yang berdetak dengan tempo cepat.
“Kira-kira 150, dan ini juga normal”, kata Pak dokter lagi.
Jujur saja, aku terharu mendengar suara degup jantung itu, ada suatu spirit di dalam degup jantung itu, semangat kehidupan, suatu nada terindah di saat itu, nada kehidupan. Suara yang pasti selalu ingin kudengarkan.
“Dok, bisa diperkirakan jenis kelaminnya?, tanyaku.
“Bisa, tuh kelihatan, sepertinya dia laki-laki”
“Berapa persen kemungkinannya, dok?, ku coba untuk meyakinkan diriku.
“95%”
Gembira, terharu, gentar, takut.
Dan kamipun pulang dengan membawa semua perasaan itu.
(Doakan kami dan SUPERBOY kami.)
Senangnya bisa ngebut sampai 1161 kbp/s
Malam ini bisa ‘ngebut’ lagiiii…., meski Jakarta macet.
Semoga ini bisa membuatku kerasan…
Getsemani: Dialog Imajiner
Murid :
Yesus, maafkan saya. Saya tadi tertidur, rasanya mata ini ingin terpejam terus, mungkin saya kelelahan.
Murid :
Murid :
Yesus :
Yesus :
Murid :
Yesus :
Murid :
Yesus :
Murid :
Yesus :
SELAMAT MEMASUKI JUMAT AGUNG
It’s beautiful freedom!
Akhirnya bisa nonton fashion show lagi!
Kalo ini capturenya hanya pake camera phone:
Gladi bersih sore-sore
and the creator:
Kalo yang di bawah ini ngambil di okezone.com:
(Foto: Eko Purwanto/Sindo)
Beritanya baca di sini: Freedom & Retro Bohemian
http://lifestyle.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/03/18/194/92714/194/freedom-retro-bohemian
Dapat tiket gratis Java Jazz 2008!
“Anakku, ingat ketika kamu masih 4 bulan di dalam kandungan ibumu, kamu sudah mendengarkan Jazz!”, hehehe
Seringnya Dia itu selalu guyon, rasa humornya sangat tinggi menurutku. Contohnya di hari itu kami bisa nonton Java Jazz 2008 tanpa mengeluarkan uang sepeserpun, meski untuk parkirpun FREE!
Thank you, Father.













