Think on these things


Slide Lembaga Sensor Film

Sensor

Berkali-kali nonton di bioskop selalu kelupaan buat capture slide ini nih dari Lembaga Sensor Film. Penasaran karena setahuku slide ini sudah gak pernah berubah bertahunn-tahun bahkan berpuluh tahun kali ya? Keliatan kunoooo banget

Slide berwarna biru-merah ini salah satu yang ‘mencemari’ mata saat nonton di bioskop meski cuman beberapa detik. :)


Apa susahnya menulis?

Jujur saja banyak sekali hambatan untuk menulis dan mengupdate blog ini, yang malas lah, gak mood, gak ada ide, gak ada bahan (kalo ini enggak ding, karena inikan jamannya internet!), gak ada koneksi internet lah salah satu yang sering menghambat akhir-akhir ini. Dan aku selalu kagum dengan para blogger2 yang punya semangat untuk selalu menulis dan yang paling hebat lagi tulisannya mereka itu selalu fresh! Mereka selalu bisa menulis dengan gayanya mereka sendiri.

Tetapi yang paling sulit menurutku adalah jujur dalam menulis. Jujur mengungkapkan opini kita tentang sesuatu, jujur menulis dengan tanpa mengharapkan komentar yang banyak:), dan yang paling sering menggoda adalah jujur menulis karena imemang ngin menulis bukan yang lain, termasuk berharap naiknya angka statistik klik yang masuk, hehehe

Selamat menulis!


Bersenang-senang dahulu, pesta mules kemudian!

sick stomachSeminggu yang lalu  sejak pagi hari rasanya adalah hari yang penuh berkah melimpah, bagiamana tidak, sarapan pagi dengan menu baru di pinggir jalan dekat kantor istriku, soto ayam! Warungnya rame pengunjung, biasanya menandakan pasti rasanya enak dan memang benar, rasanya enak banget, dan yang paling penting adalah MURAHHH BANGETTT! Semangkok nasi soto ayam plus teh hangat cuman lima ribu rupiah! Hohohohoh… “Gile, aku menemukan harta karun terpendam di masa sulit ini. Tuhan memang mengerti keadaanku” pikirku waktu itu. Pulanglah aku ke rumah dengan perut kenyang dan hati berseri.

Trus pas makan siang, ada seorang teman yang ngajak janjian ketemu plus mentraktir makan. Makan steak di Prime lagi! Huhehuehue… “Berkat apa lagi ini!” Pikirku. Alhasil siang itu perutku kenyang dengan ‘Chicken Montray’ deh..

Pas dinner, eh, ternyata harus makan bareng keluarga dari Jakarta yang datang hari itu, meski hujan sedang mengguyur di Surabaya, kita sekeluarga tetep dengan sukacita menikmati makanan di restoran langganan keluarga istriku. Senyum masih mewarnai wajahku di malam itu, kamipun pulang ke rumah dan malam itu akupun tertidur dengan perut yang penuh dengan berkat melimpah… Terima kasih Tuhan…

Gangguan itu datang keesokan harinya,  aku terbangun pagi-pagi sekali dengan fokus utama di perut, rasanya gunung ini sudah membesar dan siapp meletus dengan dasyatnya. Letusan pertama di pagi hari itu ternyata hanyalah permulaan dari cobaan minggu itu. Letusan-letusan berikutnyapun mulai susul-menyusul seakan-akan tidak ingin ketinggalan pesta, tidak lupa luapan-luapan laharpun ikut menyemarakkan pesta mulesku minggu ini yang membuat malam-malamku menjadi malam paling panjang sedunia.

Kemaren aku sudah tidak sabar lagi ingin mengakhiri pesta ini, badan ini sudah mentok pesta habis-habisan, langsung saja bersama istriku aku ke UGD Darmo minta disuntik dan minta dikasih obat yang manjur. Karena sudah lama tidak pernah disuntik (atau karena takut ya? :p ) maka kemaren adalah pertama kali aku disuntik di tangan, karena terakhir kali disuntik itu masih dipantat yang sekarang katanya sudah nggak ngetrend lagi, hehehe…

Hari ini adalah hari yang keenam pesta mulesku,  aku bertekad mengakhiri pesta ini, mengakhiri penderitaan istriku yang sedang hamil muda tetapi masih dengan sukacita merawatku (bukankah aku yang seharusnya merawat dia kan?), mengakhiri malam-malam panjang yang penuh perjuangan itu. Letupan-letupan dan musik keroncong diperutku sudah mulai reda dan lemah suaranya, mungkin suntikan dokter kemaren turut berjasa besar meredakannya.

Tuhan terimakasih untuk pesta besar seminggu penuh ini, yang berhasil mengajari aku tentang nikmatnya menjadi orang sehat, nikmatnya bisa makan yang cukup setiap harinya, nikmatnya tidur malam yang nyenyak, nikmatnya membaca buku,  nikmatnya mempunyai sahabat-sahabat dan yang terpenting, nikmatnya mempunyai istri yang cantik dan yang begitu perhatian seperti istriku ini.

Alangkah nikmatnya hidup ini…

Ayo berjuang lagi! Stay hungry. Stay Foolish!


Nonton fashion show

estrelita

Kemaren dapet undangan fashion shownya, estrelita, fashion designer Surabaya, kebetulan diadakan di empire palace, gedung or mall yang lumayan baru di Surabaya, jadinya penasaran pengen datang.

Seru juga!


20% Yang menyenangkan di Google

google 1Katanya jika bekerja di google, semua software engineer-nya harus menggunakan setidaknya 20 persen waktu mereka, kira-kira satu hari dalam seminggu, untuk mengerjakan proyek apapun yang mereka minati, mereka inginkan, apapun yang menurut mereka penting dan yang paling asik adalah mereka mengerjakan ‘proyek mereka’ itu tanpa memusingkan omongan orang tentang gagasan mereka itu, tanpa pusing apakah ide itu bisa menghasilkan uang atau tidak, dengan kata lain perbuatlah demi kepuasan diri sendiri.

Peraturan 20 persen ini mungkin tidak lazim di dalam dunia bisnis modern, apalagi di Indonesia, hehehe, tetapi google yakin bahwa hal ini tidak malah membuat para karyawannya malas bahkan hal ini semakin merangsang adanya inovasi dan bertumbuhnya gagasan cemerlang yang mungkin tidak pernah terpikir sebelumnya. Menurut mereka karyawan akan lebih produktif sewaktu mengerjakan sesuatu yang menurut mereka penting, temuan mereka sendiri, atau sesuatu yang sangat mereka inginkan.

Para insinyur google ini juga diberi pilihan untuk memanfaatkan 20 persen waktu itu tiap minggu atau ‘menabungnya’ sehingga mereka bisa menghabiskan satu bulan khusus untuk satu proyek mereka. Waooww… sungguh menyenagkan, bukan?

Ada satu lagi yang lebiiih menarik, yaitu apabila suatu gagasan tersebut semakin matang dan telah dinilai layak untuk dilanjutkan oleh perusahaan maka gagasan atau ide tersebut berhak mendapatkan dana serta dukungan dari manajemen supaya proyeknya bisa terwujud! Kerennnn!

Ini membuktikan betapa berharganya sebuah ide. Jadi, ada yang mau menerapkannya?

Think On These Things.

Sumber: The Google Story by David A. Vise


A ship…

ship

A ship is always safe at the shore… But thats not what Ships are built for!

Think On these Thing.


Urip kuwi mung Mampir Ngombe

nenek-nenekPerhatikan foto ini, sebuah surat kabar Surabaya, Jawa Pos, Senin 3 Desember 2007, sedang memberitakan tentang warga Surabaya yang umurnya mendekati 100 tahun, yang katanya sudah sangat langka.

Tetapi bukan hanya itu yang menarik perhatianku, tetapi judul headline yang diambil dari salah satu nenek-nenek yang di wawancarai dan berumur 97 tahun, ” Bingung Hidup untuk Apa?” katanya. Lho?

Bukankah ini sesuatu yang ironis? Ketika Tuhan memberikan anugerah umur panjang, malah bertanya “Hidup ini untuk apa?” Eh, Jangan salahkan nenek itu saja, jangan-jangan kita juga tidak pernah punya waktu untuk berpikir dan menjawab pertanyaan itu. Kita setiap hari hanya sibuk melakukan aktifitas rutin yang sudah terjadwal dengan rapi di agenda kita. Lagian dari kita belajar di TK sampai lulus kuliah nggak pernah ada pertanyaan “hidup itu untuk apa?”, bagaimana kita bisa menjawab?

Beberapa waktu lalu, seseorang pernah bilang, ” Jangan sering memikirkan hal-hal yang berat, seperti Hidup itu untuk apa?, itu belum bagianmu, kamu masih muda.” Aku tidak sependapat dengan pernyataannya, menurutku malah selagi kita masih muda ini, kita perlu untuk memikirkan pertanyaan yang sederhana itu. Jangan sampai ketika waktu kita tinggal sehari, baru kita bilang, ” Sebenarnya kita ngapain ya di dunia ini?”

Orang jawa bilang, “Urip kuwi mung mampir ngombe” (Hidup itu hanya mampir untuk minum). Hanya sebentar, karena itu seharusnya kita bisa memaknainya dengan sesuatu yang berarti.

Piye?


Kemenangan kita! Kejutan (lagi)! :)

Surabaya, hari selasa, 4 Desember 2007.

Sudah berhari-hari ini, bahkan berbulan-bulan, Tuhan sepertinya selalu memberikanku hadiah-hadiah yang mengejutkanku.

Pagi ini contohnya, jam 5. 45 pagi, aku terbangun karena mendengar suara isteriku berteriak gembira, aku belom bisa mengatakannya kenapa hatiku bergejolak bersukacita (Takutnya pamali, hehehe), hanya foto ini mungkin akan bisa menjelaskannya lebih jauh. :)

positif

Trus pas renungan pagi, judulnya ini:

KEMENANGAN KITA!, ini pas banget dengan apa yang sedang kurasakan!

Relasi kita dengan Allah membuat kita dapat mengalahkan dunia, yakni musuh iman kita (1Yoh. 2:13-14). Jadi seharusnya tidak ada kata kalah dalam kamus iman kita karena Yesus telah mengalahkan dunia (Yoh. 16:33). Darah-Nya telah mengalahkan si pendakwa orang percaya, yaitu setan (Why. 12:11).

Kemenangan iman kita mungkin saja membahayakan diri hingga berisiko terhadap nyawa kita.

Namun bila kita tidak menyayangkan nyawa dan tetap teguh pada kesaksian iman kita, maka disitulah terletak kemenangan iman kita!

Bila kita menang maka kita akan menerima upah: duduk bersama Yesus di takhta-Nya (Why. 3:21). Amen.Thank God!


me & iPhone

iphonemeski belum punya iPhone yang penting sudah bisa megang-megang dan ngulik-ngulik punya teman:)

Sayang belum bisa maen banyak game


Gathering ADGI, ketemu M. Arief Budiman

arief budimanKamis, 29 November 2007 kemaren aku ke Jakarta, karena pengen ikut gatheringnya adgi (asosiasi desainer grafis indonesia) Jakarta chapter sekaligus peluncuran kartu member adgi. Dengan logo yang baru diharapkan semangat baru juga hadir, begitu kata abang Danton selaku ketua umum adgi sekarang.

Tetapi bukan hanya acara gatheringnya yang membuat kenyang, hehehe… maksudku bukan itu saja yang membuatku senang, tetapi bisa ketemu salah satu orang kreatif di Indonesia (ojo ge er loh mas) yang biasanya cuman bisa baca blognya setiap hari, adalah mas arief budiman, managing directornya petak umpet, salah satu biro iklan yang kreatif di Yogyakarta, yang malam itu terlihat lelah, belakangan baru tau kalo hari itu adalah salah satu bad day-nya beliau setelah baca blognya di sini: http://www.mybothsides.blogspot.com/ . Semoga percakapan kecil bersamaku kemaren bukan salah satu percakapan yang ‘bad’ juga hari itu, hehehe… Terima kasih sudah bisa poto-poto bareng, mas, aku mung pengen nunut ngetop, hehehe…

Semoga bisa baca-baca blog ku juga, gantian, hehehe

Ntat kalo aada waktu ke Jogja pasti aku mampir…

Good Luck!