Think on these things


Mr & Mrs Ega (Impian itu menjadi kenyataan)

ega neni

Hari ini aku buka lagi postingan-postinganku beberapa waktu lalu, dan kutemukan salah postingan favoritku, Judulnya Faith. Love. Hope. Ditulis 12 Januari 2006.

Isinya adalah impian kami menyanyikan sebuah lagu favorit di pesta pernikahan kami.

Kami berdua sudah mengimpikannya di saat awal berpacaran. Akhirnya impian itu menjadi kenyataan, pas tanggal 10 November 2007, kami menyanyikannya di pesta pernikahan kami. Sungguh kami sangat bersukur.

Tuhan ajari kami mengucap sukur atas semua impian dan harapan kami yang tidak, sudah dan belum terkabul. Kami percaya penyertaanmu saja sudah lebih dari cukup untuk membuat kami mengucap syukur. Setiap hari.

Note: Ini postingannya:

Faith. Love. Hope. Januari 12, 2006 Posted by byotenega in Weblogs.
add a comment , edit post

825875001 Pernah menangis saat berkendara di jalan? Tadi malam aku melakukannya. Sambil menyanyikan lagunya Chrisye yang kurencanakan akan kunyanyikan di pesta perkawinanku suatu saat.

Cengeng? Memalukan ya? i don’t think so :) .

ini lagunya, sudah kurencanakan 3.5 tahun yang lalu:

UNTUKKU

by Chrisye

Kemana langkahku pergi
Slalu ada bayangmu
Ku yakin makna nurani
Kau takkan pernah terganti

Saat lautan kau sebrangi
Janganlah ragu bersauh
Ku percaya hati kecilku
Kau takkan berpaling

Walau keujung dunia, pasti akan kunanti
Meski ke tujuh samudra, pastu ku kan menunggu
Karena ku yakin, Kau hanya untukku

Pandanglah bintang berpijar
Kau tak pernah tersembunyi
Dimana engkau berada
Disana cintaku

Walau ke ujung dunia
Pasti akan kunanti
Meski ketujuh samudra
Pasti ku kan menunggu

Karena ku yakin, kau hanya untukku
Karena ku yakin, kau hanya untukku
Hanya untukku…

Chay, ini dipersembahkan khusus untukmu sebelum berangkat ke Jakarta besok. “You never know how much i love you”. Jesus will lead you. always.


Ketika Nenek moyangnya sepakbola nggak ikut pesta

englandBerita ini sudah basi, sih, harusnya 2 hari lalu sudah pada tau semua kalo inggris nggak bisa ikut pesta Euro 2008 di Austria-Swiss. Tetapi aku terbeban , (ciehh…terbeban rek), untuk menuliskannya di blog ini, supaya ntar kalo punya anak tau sebagian sejarah ini, hehehe…

Bagimana nggak sedih, ketika hampir semua orang didunia ini mengenal nama-nama pemain inggris di era generasi emasnya saat ini, siapa yang nggak kenal Beckham, Lampard, Gerrard, dkk, bagi kita Inggris ya sepak bola, sepak bola ya Inggris, dan hanya membutuhkan hasil seri saja dan bermain di kandang sendiri, Wembley, eh… malah digulung oleh Kroasia 2-3.

Mengagetkan, menyedihkan, ironis, tetapi itulah sepakbola, seperti kehidupan, kata orang selama bola masih bundar, apapun bisa terjadi…


Barusan beli buku “Ngobrolin Iklan, yuk!”

ngobrolin iklan yukKemaren ke gramed beli buku “Ngobrolin Iklan, yuk!” penulisnya Budiman Hakim.
Gara-garanya seorang teman di Jakarta nge-push supaya aku beli dan membaca buku itu, katanya baguss banget. Karena terkena promosi teman itu, aku langsung saja cabut ke gramed kemaren dan belilah buku itu…

Sampai dirumah, aku bolak-balik, perhalamannya, kelihatannya menarik. Mengenai ’situasi’ industri periklanan di Indonesia yang mungkin kita sebagai desainer grafis juga perlu tau lah setidaknya, hehehe… Pertanyaan2 tentang kenapa agency indonesia tidak pernah dapet penghargaan internasional, bahkan sama thailand saja belum bisa menang, bener ya? Yang bab-bab akhir yang lebih seru, tentang adanya suatu ‘tantangan perubahan besar’ dari media spesialis dan faktor2 lainnya yang dapat mengakibatkan agency-agency berkurang drastis omzetnya…
Hmmm… Ternyata perubahan itu tidak pandang bulu yah, semuanya PASTI BERUBAH, dalam segala hal. Ada orang bilang kita harus berubah lebih dulu sebelum perubahan yang memaksa kita berubah (kaya satria baja hitam saja: BERUBAHH!! Hehehe)

Belum selesai membaca nya sih, cuman random aja tadi malam.
Ada yang juga sudah beli dan sudah membacanya?


Hidup bukan matematika

Hidup juga bukan seperti matematika. Hidup tidak bisa diramal ataupun dihitung, yang ada adalah bersyukur dan berserah kepadaNYA.

“Dalam kelebihan atau kekurangan, dalam kekayaan atau kemiskinan, dalam sehat atau sakit, kita menjalani hidup yang rapuh. Justru karena itu kita mesti banyak bersyukur.” – Arief Budiman.