Cinta pandangan pertama bukan miracle!
Cinta pada pandangan pertama bukanlah sesuatu yang istimewa.
Cinta setelah dua orang berpandangan selama bertahun-tahunlah, baru miracle namanya!
- Sam Levinson -
Pornografi=virus berbahaya!
Sebelum menjadi pembunuh Letda (marinir) Syam Ahmad Sanusi, merupakan sosok yang alim, tipikal orang yang banyak tertawa, dan merupakan sosok yang alim, bahkan cerdas. Sayang, imannya lambat laun melemah seiring perkenalannya dengan VCD Porno, demikian berita yang ada di detik.com pada tanggal 17.8.2007
Ini adalah sebagian kecil contoh akibat dari jahatnya virus pornografi, virus yang mematikan. Menurutku virus pornografi ini termasuk kategori yang sangat berbahaya. Bayangkan saja, mereka dapat menjangkiti korbannya tanpa korbannya merasa kesakitan, virus yang dapat menimbulkan efek kecanduan tetapi tanpa orang lain mengetahui bahwa korban sedang kecanduan virus tersebut. Virus yang tanpa pandang bulu bisa menyerang siapa saja, pria, wanita, tua, muda, miskin, kaya, hitam maupun putih kulitnya. Bahkan setelah terjangkiti oleh virus ini seseorang akan kehilangan kesadarannya sebagai manusia, maksudku adalah para korban akan kehilangan moral. Akibat kehilangan moral adalah matinya masa depan.
Bayangkan saja dengan sungguh-sungguh, apabila di jaman sekarang ini diserang oleh pornografi dan sebagian generasi muda kita tak lagi bisa hidup tanpa itu maka apa yang terjadi dengan masa depan bangsa Indonesia yang baru saja berlang tahun ke-62 ini? Aku harap pemerintah juga menaruh perhatian khusus kepada virus ini selain juga kepada virus flu burung.
Apakah pernah ada suatu bangsa yang hancur tak berbekas hanya karena kehilangan moralnya? Konon bangsa itu adalah bangsa yang dahulu adalah bangsa yang besar, bernama: Romawi.
Think On These Things.
Selamat ulang tahun Indonesiaku.
Stella Award …. Award untuk Penggugat yang Paling Konyol !
Sebuah penghargaan bernama Stella Award diberikan untuk gugatan paling “konyol” di AS. Mereka mendapat ganti rugi besar justru karena ulah dan kekonyolannya sendiri. Dan pemenangnya adalah yang paling gila dan nekat!
Stella Award juga sebagai penghargaan untuk para juri di negara tersebut. Nama Stella Award sendiri berasal dari Stella Liebeck. Nenek berusia 81 tahun ini menumpahkan kopi yang dibelinya di McDonald ke dirinya sendiri. Liebeck menggugat McDonald dan dinyatakan menang. Kasus Stella mengilhami pemberian penghargaan ini. Penghargaan ini juga disponsori oleh organisasi pengacara AS.
Para kandidat untuk Stella award tahun ini adalah:
1. Kandidat pertama, Kathleen Robertson dari Texas. Robertson memenangkan ganti rugi dari dewan juri sebesar $780.000 setelah ia menggugat sebuah toko furnitur. Robertson menggugat toko itu karena pergelangan kakinya patah setelah tersandung anak laki-laki yang berlarian di dalam toko tersebut. Pemilik toko furnitur sangat terkejut terhadap isi putusan tersebut, mengingat anak lelaki yang “badung” itu adalah anak kandung Robertson sendiri.
2. Kandidat kedua adalah Carl Truman dari Los Angeles. Pria berusia 19 tahun ini memenangkan ganti rugi sebesar $74.000 dan biaya perawatan kesehatan setelah tetangganya melindas tangannya dengan Honda Accord. Truman tampaknya tidak menyadari bahwa tetangga pemilik Accord tersebut sedang berada di balik setir mobil itu ketika Truman berusaha mencuri velg mobil tersebut
3. Kandidat nomor tiga adalah Terrence Dickson dari Bristol, Pennsylvania . Dickson sedang berusaha meninggalkan rumah yang baru saja ia rampok dengan melewati pintu garasi. Namun, ia tidak bisa membuat pintu garasi otomatis itu membuka ke atas karena pintu itu sedang rusak. Dickson juga tidak bisa kembali ke rumah itu. Karena ketika ia menutup pintu yang menghubungkan garasi dengan rumah, pintu itu terkunci secara otomatis. Karena keluarga pemilik rumah sedang berlibur, Dickson terkunci di garasi selama delapan hari dan bertahan hidup dengan meminum Pepsi dan sekantung besar makanan anjing yang ia temukan di garasi. Dickson–sang maling apes itu– menggugat asuransi pemilik rumah dan mengklaim bahwa kejadian itu mengakibatkan ia menderita gangguan mental yang hebat. Dewan juri sepakat untuk memberi Dickson $500.000.
4. Kandidat keempat adalah Jerry Williams dari Little Rock , Arkansas. Ia memenangkan ganti rugi $14.500 dan biaya perawatan kesehatan setelah bokongnya digigit oleh anjing tetangga . Anjing itu sendiri terantai diteras tetangganya. Award tersebut layak untuk diberikan kepada Williams. Juri berpendapat bahwa anjing tersebut mungkin sedikit terpengaruh oleh tindakan William yang saat itu menembaki anjing itu dengan senapan angin berkali-kali.
5. Kandidat kelima adalah Amber Carson dari Lancaster, Pennsylvania. Sebuah restoran di Philadelphia diperintahkan untuk membayar pada Carson sebesar $113.500 setelah ia terpeleset genangan minuman ringan yang menyebabkan tulang lengannya patah. Minuman itu bisa berada di lantai karena Carson melempar minuman itu pada pacarnya ketika bertengkar 30 menit sebelumnya.
6. Kandidat nomor enam adalah Kara Walton dari Delaware. Walton sukses menggugat sebuah night club ketika ia terjatuh ke lantai dari jendela WC umum night club tersebut. Kejadian itu menyebabkan patahnya dua gigi depan Walton. Kejadian itu terjadi ketika ia mencoba menyelinap melalui jendela WC demi menghindari membayar cover charge sebesar $3.50. Ia dianugerahi ganti rugi sebesar AS$12.000 dan biaya perawatan gigi.
7. Dan pemenangnya adalah?????? ????.. Merv Grazinsky dari Oklahoma City. Pada November 2001, Grazinsky membeli sebuah mobil caravan Winnebago sepanjang sekitar 9 meter. Dalam perjalanan pertamanya menuju rumah, ia melewati jalan tol, menyetel radio sambil menyetir dengan kecepatan pada 70 mph. Lalu dengan santai, Grazinsky meninggalkan kursi supir ke belakang untuk membuat secangkir kopi . Tidak mengherankan, kendaraan itu keluar dari jalan tol, menabrak, dan terguling. Grazinsky menggugat Winnebago karena tidak menyebutkan dalam buku petunjuk bahwa kendaraan itu tidak bisa melakukan hal tersebut . Ia mendapat ganti rugi sebesar $1.750.000 plus sebuah Winnebago baru. Akibat kasus ini, Winnebago akhirnya mengubah buku petunjuknya.
Source: http://advokatku.blogspot.com
Gugurnya hiburan rakyat di televisi
Berita apa yang sedang hangat dibicarakan oleh masyarakat Indonesia akhir-akhir ini? Bukan lagi tentang gempa, atupun teroris, tetapi hilangnya hiburan rakyat yang selama bertahun-tahun ada di layar televisi kita setiap malam Minggu dan Minggu malam secara gratis yaitu pertandingan-pertandingan liga Inggris!
Ya, sekarang pertandingan liga inggris itu tidak bisa lagi dinikmati secara gratis di ‘TV gratisan’ kita, bagi yang ingin nonton harus menambah pengeluaran tiap bulannya sebesar kurang lebih 200 ribu untuk berlangganan ASTRO saja. Karena cuma ASTRO yang sudah membeli hak siar pertandingan-pertandingan liga Inggris itu.
Aku memang bukan salah satu maniak sepakbola di liga Inggris, rasa kehilangan itu mungkin tidak terlalu mengganggu. Tetapi bagaimana dengan abang becak yang suka nongkrong di warung sebelah yang selalu nonton Christiano Ronaldo jagoannya itu, bagaimana dengan ribuan atau bahkan jutaan rakyat Indonesia lainnya yang tidak lagi bisa menikmati hiburan gratis ini?
Menurutku lebih baik menonton pertandingan sepakbola liga inggris daripada menonton sinetron-sinetron yang kurang bermutu yang sama sekali tidak memberikan nilai-nilai positif bagi bangsa ini.
Adakah dampak yang akan terjadi jika hiburan-hiburan rakyat seperti tayangan sepakbola, satu persatu mulai menjadi eksklusif?
Bagaimana menurutmu?
Saat Gempa 7.0 SR di lantai 9
Saat menulis blog ini aku berada di lobby hotel di Jakarta di daerah Pecenongan, untungnya masih ada laptop dan koneksi internet sehingga sekarang bisa ngeblog.
Sekitar pukul 12 malam, Kamis 9 Agustus 2007 terjadi gempa yang cukup kuat, dilaporkan berkekuatan 7.0 SR. Itu sungguh cukup mendebarkan (atau bisa dibilang menakutkan ya?)
Jujur, saya baru kali ini berada di gedung bertingkat (hotel di lantai 9) dan merasakan sendiri suatu getaran yang cukup kuat di ketinggian sekitar 35 meter dari lantai dasar.
Saat itu tiba-tiba aku merasakan seluruh bangunan bergoyang-goyang, dan seketika itu pula seluruh ‘penghuni’ hotel yang kuhuni serentak berhamburan keluar kamar dan bertanya-tanya apa yang sedang terjadi, meski belum sepenuhnya sadar tentang adanya gempa ini, kamipun ramai-ramai menuju tangga darurat dan turun ke lobby hotel. Rata-rata para tamu masih berbaju tidur karena memang terjadinya gempa ini ditengah malam dimana seluruh tamu sebagian besar bersiap untuk tidur.
Aku sendiri tidak sempat memakai alas kaki dan masih memakai celana pendek, tidak membawa ponsel dan, apalagi laptop. Saat menuruni tangga darurat, perasaan deg-deg-an terasa sekali tetapi tetap menjaga diri agar tidak sampai panik, berharap lantai paling bawah cepat terlihat. Begitu sampai di lobby hotel, sudah banyak tamu-tamu lainnya yang berbondong-bondong untuk keluar hotel. Mencari tempat yang aman, Aku masih melihat lampu-lampu besar hotel masih bergoyang-goyang. Dan kamipun dengan segera mempercepat langkah untuk keluar, berjaga-jaga jika hal yang tidak dikehendaki terjadi.
Sekitar kurang-lebih 15 menit aku berada di luar hotel tanpa alas kaki dan bercelana pendek, untungnya bukan aku saja yang tanpa alas kaki. Setelah merasa tidak ada getaran lagi, berangsur-angsur para tamu mulai berani masuk lagi ke hotel, walau masih di lobby saja karena belum berani untuk naik menuju ke kamar. Kamipun beramai-ramai menonton CNN yang ada di lobby yang melaporkan apa yang sedang kami alami barusan. Dan sadarlah kita bahwa telah terjadi gempa yang kuat sekitar 7.0 SR di hampir seluruh jawa tetapi tidak mengakibatkan kerusakan dan tsunami.
Beberapa menit kemudian aku dan Verda, teman sekamarku memutuskan untuk memberanikan diri naik ke lantai 9 menuju kamar kami dengan tujuan untuk mengambil laptop, dompet dan ponsel, dan tidak lupa memakai celana tentunya, lalu kembali lagi ke lobby karena masih belum berani kembali tidur ke kamar.
Syukurlah, sampai aku menuliskan blog ini (Pukul 02.00 WIB) semuanya kembali normal.
Tuhan, tolong jaga kami yang sudah mengantuk ini, karena kami ingin kembali ke kamar.
Amen.
Fiuuuhhh…..
