Pernahkah KLOP? (jangan bersungut-sungut!)
Pernahkah di suatu saat merasakan kegembiraan yang menerjang, bahkan ketika tidak ada satu peristiwa mencolok di hari itu yang bisa dikategorikan sebagai pemicunya? Hanya sepanjang hari yang aneh di Surabaya, gak ada apa-apa tau-tau sudah hujan di pagi hari, e… malah sepanjang hari hujan!
Gile tuh cuaca, udah karu-karu-an! Tapi lumayan, Surabaya jadi sedikit melow… hehehe
Tapi ku pikir karena aku sedang merasa bersyukur sekarang. Meski ‘tabungan’ masih belom menjanjikan, meski modal buat merrit ntar belom cukup, singkat cerita meski banyak hal yang seharusnya bisa membuat aku kuatir, tetapi, ketika aku melihat dengan cermat hal-hal yang terjadi malah banyak sekali yang tidak bisa tidak untuk bersyukur.
Pacar yang cantik, sahabat-sahabat yang luar biasa, keluarga yang menakjubkan, pekerjaan yang menantang, tim yang luar biasa, gaji yang cukup :p, komunitas yang sangat membangun, buku-buku yang selalu setia menunggu tuk dibaca, Michael buble yang meneduhkan, film-film bioskop yang menghibur, pengharapan yang SELALU DAPAT DIHARAPKAN dan yang pasti dan yang paling penting: TUHAN yang TIDAK PERNAH MENINGGALKAN ku, meski punya dosa sebesar apapun! Dan masih banyak lagi!
Trus?
Apalagi saat mau baca saat teduh, judulnya: JANGAN BERSUNGUT-SUNGUT!* Duengg! Luar biasakan? Semuanya: K.L.O.P!
Ayo bersyukur! Jangan bersungut-sungut! Hidup memang kadang bisa menekan dan mendesak kita. Tetapi JANGAN PERNAH kehilangan harapan dan meragukan kasih Tuhan. Hiduplah tetap dalam pengharapan!
*Di hadapan Tuhan, sungut-sungut merupakan kesalahan yang bisa mengundang murka Tuhan dan mendatangkan hukuman. Sungut-sungut menunjukkan hilangnya percaya dan penghargaan terhadap Tuhan.
Paul Newman+istri dulu dan sekarang
Semenjak nonton Cool Hand Luke, aku jadi pengen tahu tentang Paul dan inilah salah satu (lagi) yang membuatku terkesan:
Paul Newman dan Joanne Woodward doeloe dan sekarang:
Kedua foto ini adalah orang yang sama setelah lebih dari 35 tahun melewati waktu.
… and they live happily ever after…
Cool Hand Luke.
Senin malam kemarin, tidak biasanya aku nonton film di TV (anteve). Judulnya Cool Hand Luke dan Paul Newman aktor bermata biru ini sebagai pemain utamanya, yang belakangan aku tahu kalo film ini diputar pertama kali di Amerika 1 November 1967! Film yang lebih tua dari umurku memang. Tetapi jangan tanya kualitasnya.
Dan akupun menghabiskan 2 jam lebih untuk ‘menghabiskan’ film ini. Film yang mengagumkan. Penuh inspirasi, alur yang memikat di jaman film masih belum tersentuh oleh efek-efek di komputer dan humor yang segar yang membuat mataku betah melek selama lebih dari 2 jam diatas jam 12 malam!
Cool Hand Luke bercerita tentang seseorang tahanan, yang juga sebagai tokoh utama yang bernama Luke, di Florida yang menolak segala aturan segala peraturan di sana. Film ini dibuka dengan adegan Luke sedang dalam keadaan mabuk karena stres dan tanpa sadar memotong semua parking meter.

Di dalam penjara yang mirip camp untuk kerja rodhi itu Luke menjadi idola bagi teman-teman sesama tahanan dan manjadi figur yang diidam-idamkan karena kepintaran dan keteguhan hatinya untuk TIDAK MENYERAH menghadapi para petugas-petugas penjara yang tidak segan-segan menyiksa para tahanan yang memberontak, apalagi kepada yang mencoba untuk melarikan diri. Dan Luke melakukannya.
Bahkan sampai di akhir film yang seharusnya sad ending bisa menjadi ‘happy ending’ karena Luke yang diperankan oleh Paul Newman ini benar-benar mengagumkan bagiku.
Film Cool Hand Luke ini sungguh Cool.
Film wajib nonton****
* Di film ini Paul Newman masuk kedalam nominasi oscar sebagai best actor tahun 1968
Menjadi kuatirlah!
Ya, menjadi kuatirlah. Karena hampir mustahil manusia itu hidup tanpa rasa kuatir. Karena jika suatu kekawatiran lenyap, mungkin sudah mengantri kekuatiran yang kecil untuk mengambil pikiran kita.
Hanya…
Kuatirlah akan hal-hal yang besar.
Jangan kuatir dengan hal-hal yang sepele seperti makanan, pakaian dan kenyamanan. Tetapi fokus kepada hal-hal yang lebih berbobot seperti kasih, kebaikan hati dan kesabaran. Karena saat kita menempatkan prioritas kekuatiran kita dengan benar maka hal-hal yang sepele akan meleleh habis dengan sendirinya.
Saat ini mungkin aku, kita semua sedang kuatir akan banyak hal akan kehidupan ini.
Dan kalau boleh memilih, kuatirlah tentang sesuatu yang akan membuat kita maju ke depan.
Tetap semangat!
God bless you.
Dosa Terbesar
Dosa terbesar manusia adalah ketika manusia itu tidak merasa bahwa dirinya berdosa dan memerlukan pengampunan dariNYA.
- Renungan tadi malam di gereja.
Jadi kaya duluan atau jadi pintar?
Ini pertanyaan yang kemarin ada dalam pembicaraan kami saat makan siang.
“Makanya kita harus banyak uang dulu supaya kita dapat belajar banyak, bahkan sampai ke luar negeri” Begitu kata seorang teman, ketika mengomentari keadaan Indonesia yang notabene biaya pendidikan termasuk mahal.
Tetapi bagiku pernyataan itu sangat diskriminatif, meski secara kenyataan itulah yang sedang terjadi.
Bagiku tidak perlu mempunyai uang banyak untuk belajar, tentang segala hal sekalipun. Menurutku ini tentang priporitas hidup juga sih.
Dan yang paling penting adalah ketika kita mempunyai prioritas utama: menjadi kaya, maka sikap kita untuk meraihnya itu akan berbeda-kecenderungan bersikap materialistis akan menonjol-dengan jika kita mempunyai prioritas utama: menjadi pintar.
Kalo aku menjadi pintar-lah yang pertama, lalu kalo menjadi kaya, itu urusan YANG MEMPUNYAI HIDUP, yang penting aku yakin di hidup ini tidak akan kekurangan, karena DIA pasti mencukupkan.
Menjadi kaya dulu atau menjadi pintar? Kalo menurutmu?
Bagaimana jika kita sudah tua nanti ya?
Sambil dengerin ‘Dream’-nya Michael Buble di album yang baru ‘Call me Irresponsible’, wuihhh T.O.P.B.G.T lagu ini… serasa di New York, huahuahua… padahal nggak pernah ke sana. I wish I could be there someday!
“Bagaimana saat kita tua nanti ya?”
Itu pertanyaan yang terngiang-ngiang terus sekarang.
Pasti keriput sudah menjadi ‘jaket’ sehari-hari, pasti rambut putih sudah jadi ‘topi’ wajib, cool!, pasti gigi juga sudah tinggal yang ‘bertahan’ saja meski sudah seperti pagar yang reot, pasti sudah punya anak-anak, cucu bahkan mungkin cicit yang lucu-lucu.
Semangat? Nah yang satu ini aku berjanji untuk akan selalu tetap seperti saat masih muda seperti sekarang. Bisa? Kita lihat saja nanti.
“Bagaimana saat kita tua nanti ya?”
Adakah sesuatu hal yang belum aku lakukan? Aku harap jawabanku akan memuaskan diriku sendiri nantinya, ketika pertanyaan ini muncul.
Ada yang bilang begini: Jika kita masih muda, kita ingin merubah dunia. Jika kita sudah tua, kita ingin merubah anak-anak muda.
Adakah pernyataan yang sama muncul saat kita tua nanti?
Think on These Thing.
(Ada yang mau lagunya Michael buble yang dream – di album call me irresponsible? Ketik alamat emailmu di ‘comment form’, akan segera ku kirim!)
Dream
When you’re feeling blue
Dream
That’s the thing to do
Just watch the smoke rings rise in the air
You’ll find your share of memories there
So, dream when the day is through
Dream and they might come true
Things never are as bad as they seem
So dream, dream, dream
Dream when the day is through
Dream and they might come true
For things never are as bad as they seem
So dream, dream, dream
20 detik yang menentukan
Ketika melakukan ‘pit stop’ di J.Co delta plasa, kami mencoba mengamati perilaku pengunjung ketika mereka menggunakan tangga berjalan yang turun ke bawah di dekat J.Co, hasilnya:
Ternyata hampir 95% pengunjung yang sedang turun di tangga berjalan itu melihat selama beberapa detik (maksimal 20detik) ke arah J.Co, dan beberapa orang tersebut akhirnya mampir dan membeli J.Co, meski sebelumnya mungkin tidak berniat untuk membeli J.Co (Ini aku simpulkan karena sebelumnya mereka berjalan ke arah yang berlawanan lalu berbalik arah ke J.Co). Artinya selama maksimal 20 detik secara visual pengunjung yang sedang turun menggunakan tangga berjalan dapat melihat J.Co, lalu timbul keinginan untuk membeli lalu mengambil keputusan untuk mampir dan akhirnya membelinya.
Data ini buatku hanya ingin membuktikan teori seorang teman yang berbisnis properti pernah mengatakan kalo tempat yang paling strategis di dalam mall adalah: pertama: tempat di pintu UTAMA mall yang terlihat juga dari luar mall (Seperti yang dilakukan oleh Bread Talk, Starbuck PTC) DAN yang kedua: jika di dalam mall: harus di depan tangga berjalan yang turun, BUKAN tangga berjalan yang naik (Kalo yang naik: TIDAK STRATEGIS).
Akhirnya terjawab sudah rasa penasaranku, Setuju?
I(baca: aku)?
Kita adalah apa yang kita pikirkan dan karakter diri kita sendiri, karena pilihan-pilihan dan keputusan-keputusan yang kita buat sendiri.
Dan seperti inilah kita.
Think on these things.
Review: facing the giant (film)
Harus nonton film ini, ini review-nya, yang nulis sahabat saya kian lee.
ini cuplikan review-nya:
“Film ini ku dapet dari sahabatku,donny.pertama tama sih waktu dia crita ttg film ini dengan menggebu gebu,kupikir dia nya aja yg ga pernah nonton film bagus,ampe film yg ga ngetop gitu dibilang bagus(hehehee..suori nggot!)ternyata,setelah nonton,tu film sarat dengan value yg isimewa.film itu bercerita tentang seorang pelatih football yang gagalll mulu.ga ada yang berhasil deh dalam kehidupannya.nglatih teamnya kalah terus,sampai2 dia mau diganti oleh dewan sekolah tempat dia bekerja.semua orang tua muridpun tidak menyukainya.asisten yg sekaligus sahabatnya hampir terprovokasi utk meninggalkannya. …”
film ini tdk dibintangi oleh aktor yg ngetop,tidak juga bicara ttg heroisme dan kekuatan sendiri.tapi bicara ttg penyerahan diri.
Selanjutnya baca di http://kianlee.blogs.friendster.com/kianlees_blog/