Mengukur kualitas pekerjaan dengan jujur

Cara mengukur kualitas pekerjaan kita dengan jujur adalah dengan tetap bertanya pada diri kita sendiri, "Akan menjadi perusahaan jenis apa perusahaan kita jika SETIAP ORANG didalamnya SEPERTI SAYA?"
Maksudnya adalah jika kita selalu memulai pagi hari dikantor dengan tanpa antusias, seperti ‘hidup enggan mati-pun tak mau’ dan sepanjang hari-pun dilalui tanpa adanya produktifitas, maka… yah… tau sendirilah kita itu orang yang layak bekerja di sebuah perusahaan atau tidak, bener nggak?
Visit www.byotenega.com
Taxi selalu nyasar ke Mc.D!


Hal ini tidak terjadi satu-dua kali tetapi hampir setiap kali kalo aku naik taxi dari rumah, di daerah pacarkeling menuju ke kantor neo, raya darmo.
"Selamat pagi, pak!"
"Selamat pagi", "Pak, ke raya darmo, kantor sebelahnya KFC (kentucky)!"
"Oh, beres boss." Begitulah kira-kira percakapan
kita saat pertama kali masuk ke dalam taxi.
Saat di dalam taxi, saya sih biasanya percaya saja sama sopirnya, dan tidak memperhatikan jalan, seringnya malah otak-atik PDA-ku untuk lihat jadwal hari ini.
Eh, kok ya selalu berkali-kali selalu diberhentikan di Mc.Donald di Raya Darmo BUKAN di KFC!
Dan ini tidak terjadi hanya sekali. Contohnya PAGI ini!!!!
"Eh, maaf pak, dari pertama kali masuk tadi saya sudah kepikiran kalo mau ke sini (Mc.D)!" Begitu alasan bapak pengemudi taxinya.
Walahhhh!!!
*Memang brand awareness-nya Mc. D lebih kuat ya?
Visit juga dong www.byotenega.com
Mc.D vs KFC: Taxi selalu nyasar ke Mc.D!

Hal ini tidak terjadi satu-dua kali tetapi hampir setiap kali kalo aku naik taxi dari rumah, di daerah pacarkeling menuju ke kantor neo, raya darmo.
“Selamat pagi, pak!”
“Selamat pagi”, “Pak, ke raya darmo, kantor sebelahnya KFC (kentucky)!”
“Oh, beres boss.” Begitulah kira-kira percakapan 
kita saat pertama kali masuk ke dalam taxi.
Saat di dalam taxi, saya sih biasanya percaya saja sama sopirnya, dan tidak memperhatikan jalan, seringnya malah otak-atik PDA-ku untuk lihat jadwal hari ini.
Eh, kok ya selalu berkali-kali selalu diberhentikan di Mc.Donald di Raya Darmo BUKAN di KFC!
Dan ini tidak terjadi hanya sekali. Contohnya PAGI ini!!!!
“Eh, maaf pak, dari pertama kali masuk tadi saya sudah kepikiran kalo mau ke sini (Mc.D)!” Begitu alasan bapak pengemudi taxinya.
Walahhhh!!!
*Memang brand awareness-nya Mc. D lebih kuat daripada KFC ya?
Telkom 108: Bingung nanya nomor kode pos

Mungkin ini adalah hal sederhana, tetapi setiap kali ditanya tentang nomor kode pos kantor (neo imago), aku selalu bingung, terus mau nanya ke siapa juga gak tau
Biasanya kalo di depan komputer, aku selalu nanya ke om google, tetapi kali ini om google terlalu bertele-tele, hohoho… (sorry om google:p )
sudah setengah jam belum juga nemu.
akhirnya…
Taaraaaaa!
Aku ingat kalo ada om 108 (penerangan telkom),lalu langsung saja kusambar telepon, dan 2 detik kemudian muncullah mas operator dan ternyata benar! Mereka juga mengetahui informasi lain selain nomor telepon (biasanya 108 identik dengan nanya nomor telepon), contohnya nomor kode pos.
Mungkin aku saja yang gak biasa tanya 108 tentang informasi lainnya selain nomor telepon.
Jadi pengen tau, bisa tanya apa saja ya di 108-nya TELKOM?
Ada yang tau?
Update: Jika ingin tahu no kode pos alamat di seluruh Indonesia, buka saja alamat ini: http://www.posindonesia.co.id/
Babi VS Domba
Pilih mau jadi babi atau domba?
Kalo aku mau jadi domba.
karena kalo babi ketika di masukkan kedalam kubangan lumpur ia akan berteriak KEGIRANGAN bahkan berguling-guling di lumpur, tapi kalo domba jika dimasukkan ke lumpur dia juga berteriak tetapi yang keluar adalah teriakan minta tolong supaya cepat-cepat keluar dari kubangan.
Seharusnya kita pilih jadi sama seperti domba, ketika masuk dalam kubangan dosa, cepat-cepat minta tolong ke DIA supaya ditarik keluar,jangan seperti babi, malah ’senang bermain-main’. Dosa kok dibuat main-main.
Hayo, pilih jadi babi atau domba? Udah, cepat keluar jangan main-main terus:)
*Mohon maaf bagi para pecinta babi:p
Babi VS Domba

Pilih mau jadi babi atau domba?
Kalo aku mau jadi domba.
karena kalo babi ketika di masukkan kedalam kubangan lumpur ia akan berteriak KEGIRANGAN bahkan berguling-guling di lumpur, tapi kalo domba jika dimasukkan ke lumpur dia juga berteriak tetapi yang keluar adalah teriakan minta tolong supaya cepat-cepat keluar dari kubangan.
Seharusnya kita pilih jadi sama seperti domba, ketika masuk dalam kubangan dosa, cepat-cepat minta tolong ke DIA supaya ditarik keluar,jangan seperti babi, malah ’senang bermain-main’. Dosa kok dibuat main-main.
Hayo, pilih jadi babi atau domba? Udah, cepat keluar jangan main-main terus:)
Cihuyyy! Bisa Clonning di wordpress!

Akhirnya bisa clonning di wordpress.com dengan suksessss!
More fun! More attractif!
Selamat menikmati!
* Untuk sementara bisa membaca blogku di http://byotenega.wordpress.com/ juga, maka dalam beberapa hari kedepan www.byotenega.com akan ‘pindahan’ ke http://byotenega.wordpress.com/
Ada yang ingin pindahan blog juga? GRATIS loh! aku bisa bantuin.
Request-nya tulis di kotak comment aja!
Nikmati perjalanan kehidupan!

Hidup ini memang dipenuhi berbagai hambatan berupa masalah, tantangan, kegagalan, kekecewaan, bahkan hampir putus asa tetapi, cobalah berhenti sejenak untuk berpikir.
Memang benar perjalanan ini begitu berat dan berliku, tetapi semua hambatan itu memang adalah satu fase yang mesti dan harus kita lewati, jangan lari oleh karenanya dan yang terakhir JANGAN LUPA UNTUK MENIKMATI PERJALANAN KEHIDUPAN INI.
Ada seorang penulis mengatakan, "Saat Anda melalui api pencobaan; JANGAN BERHENTI UNTUK MEMOTRET PEMANDANGAN."
Aku setuju!
Bagaimana denganmu?
Selamat hari Minggu!
DID I MARRY THE RIGHT PERSON?

During
one of our seminars, a woman asked a common question. She said, "How do
I know if I married the right person?" I noticed that there was a large
man sitting next to her so I said, "It depends. Is that your husband?"
In all seriousness, she answered "How do you know?" Let me answer this
question because the chances are good that it’s weighing on your mind.
Here’s the answer: EVERY relationship has a cycle.
In
the beginning,you fell in love with your spouse. You anticipated their
call,wanted their touch, and liked their idiosyncrasies.
Falling
in love with your spouse wasn’t hard. In fact, it was a completely
natural and spontaneous experience. You didn’t have to DO anything.
That’s why it’s called "falling" in love… Because it’s happening TO
YOU.
People in love sometimes say, "I was swept of my feet."
Think about the imagery of that expression. It implies that you were
just standing there; doing nothing, and then something came along and
happened TO YOU. Falling is love is easy. It’s a passive and
spontaneous experience. But after a few years of marriage, the euphoria
of love fades. It’s the natural cycle of EVERY relationship. Slowly but
surely, phone calls become a bother (if they come at all), touch is not
always welcome (when it happens),and your spouse’s idiosyncrasies,
instead of being cute, drive you nuts. The symptoms of this stage vary
with every relationship, but if you think about your marriage, you will
notice a dramatic difference between the initial stage when you were in
love and a much duller or even angry subsequent stage.
At
this point, you and/or your spouse might start asking, "Did I marry the
right person?" And as you and your spouse reflect on the euphoria of
the love you once had, you may begin to desire that experience with
someone else. This is when marriages breakdown. People blame their
spouse for their unhappiness and look outside their marriage for
fulfillment.
Extramarital
fulfillment comes in all shapes and sizes. Infidelity is the most
obvious. But sometimes people turn to work, church, a hobby, a
friendship, excessive TV, or abusive substances. But the answer to this
dilemma does NOT lie outside your marriage. It lies within it. I’m not
saying that you couldn’t fall in love with someone else. You could.
And TEMPORARILY you’d feel better. But you’d be in the same situation a few years later. Because (listen carefully to this):
THE KEY TO SUCCEEDING IN MARRIAGE IS NOT FINDING THE RIGHT PERSON;
IT’S LEARNING TO LOVE THE PERSON YOU FOUND.
SUSTAINING
love is not a passive or spontaneous experience. It’ll NEVER just
happen to you. You can’t "find" LASTING love. You have to "make" it day
in and day out. That’s why we have the expression "the labor of love."
Because it takes time, effort, and energy. And most importantly, it
takes WISDOM. You have to know WHAT TO DO to make your marriage work.
Make
no mistake about it. Love is NOT a mystery. There are specific things
you can do (with or without your spouse) to succeed with your marriage.
Just
as there are physical laws of the universe (such as gravity), there are
also laws for relationships. Just as the right diet and exercise
program makes you physically stronger, certain habits in your
relationship WILL make your marriage stronger. It’s a direct cause and
effect. If you know and apply the laws, the results are predictable. ..
you can "make" love.
Love in marriage is indeed a "decision".. . Not just a feeling.
"Though you cannot go back and make a brand new start, my friend.
Anyone can start from now and make a brand new end."
(Dr. John C. Maxwell)
